Buleleng, LenteraEsai.id – Wakil Bupati (Wabup) Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan keinginannya agar para lulusan kesehatan khususnya bidan atau perawat dikerjasamakan dengan pihak asing. Sebagai suatu upaya agar para tenaga kesehatan tersebut bisa bekerja di luar negeri.
“Saya berpikir apa yang bisa kita lakukan agar tenaga kesehatan ini bisa mengisi kekosongan, khususnya bidan dan perawat di negara-negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan,” ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan pelepasan siswa Kelas XII SMK Kesehatan Surya Medika, di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Yuwana Asri, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng pada Sabtu, 4 Juni 2022.
Wabup Sutjidra menjelaskan, para tenaga kesehatan khususnya bidan dan perawat memiliki kesempatan besar untuk berkarir di luar negeri. Khususnya negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Jepang saat ini diketahui sangat membutuhkan tenaga kesehatan berupa perawat. Begitu pula bidan, yang mana di Jepang bidan dengan spesifikasi sarjana kebidanan keberadaannya sangat jarang.
“Dengan begitu berarti peluang untuk kita mengisi kekosongan tersebut. Sekarang tinggal mencari upaya bagaimana bisa menjalin kerja sama dengan pihak terkait ataupun pihak asing di negara itu,” ucapnya, menjelaskan.
Jepang dan Korea Selatan juga diketahui pertumbuhan penduduknya sedang dalam posisi minus. Hal ini yang menyebabkan kebutuhan akan perawat dan bidan sangat tinggi. Selain itu, banyak pemuda Jepan diketahui tidak mau mengambil pekerjaan sebagai bidan dan perawat. “Jadi di negara-negara seperti itu, peluang kita mengisi kekosongan tenaga kerja terampil yang masih terbuka lebar,” ucap Wabup Sutjidra.
Lebih lanjut, Wabup Sutjidra mengatakan untuk sampai ke sana, kompetensi dari bidan ataupun perawat harus terus ditingkatkan. Salah satunya dengan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tidak hanya sampai pada tingkat SMK Kesehatan saja. Kelanjutan pendidikan menjadi penting mengingat lulusan SMK Kesehatan sudah sangat menjurus bidangnya. Jadi, sebuah kewajiban untuk melanjutkan ke perguruan tinggi kesehatan pula. “Baik dengan mengambil ahli madya seperti bidan dan perawat, maupun ners dalam profesi keperawatan,” katanya, menekankan. (LE-BL1)







