Gianyar Siap Tampil Maksimal di PKB Mendatang

Duta Gianyar terus melakukan persiapan agar dapat tampil maksimal dalam pergelaran Pesta Kesenian Bali bulan Juni mendatang (Foto: Dok Humas Pemkab Gianyar)

Gianyar, LenteraEsai.id – Persiapan demi persiapan terus dilakukan Duta Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Gianyar menyambut perhelatan PKB di Arts Center Denpasar Juni mendatang.

Persiapan tersebut dilakukan supaya dapat tampil maksimal di arena PKB yang tak lama lagi bakal digelar dalam waktu kurang lebih satu bulan.

Bacaan Lainnya

Koordinator Duta Kabupaten Gianyar Anak Agung Gede Ngurah Agung yang juga Pejabat Fungsional Pamong Budaya di Dinas Kebudayan Kabupaten Gianyar mengatakan, Duta Kabupaten Gianyar siap tampil maksimal dalam PKB XLIV tahun 2022 kali ini.

“Duta Kabupaten Gianyar telah siap tampil maksimal. Dengan persiapan yang matang dari bulan Februari lalu hingga kini progresnya telah 90%,” ujarnya saat ditemui di Kantor Disbud Gianyar, Senin (30/5).

Terlebih, lanjut dia, semua duta telah dilakukan uji coba sehingga target juara dalam kesenian yang dilombakan bukan hal yang mustahil untuk diraih. “Dengan persiapan yang kita lakukan, optimis target juara bisa diraih. Dalam parade juga kita optimis tampil terbaik,” ucapnya, bersemangat.

Bahkan I Nyoman Gembira, Koordinator Umum Parade Gong Kebyar Duta Kabupaten Gianyar, menyebutkan persiapannya telah mencapai 95%. Di mana dalam parade Gong Kebyar dewasa dikatakannya akan membawakan 3 tabuh kreasi.

“Gong Kebyar dewasa akan membawakan 3 materi. Tabuh Kreasi Mirah Banyu, Tabuh Kreasi Ki Pasung Grigis, dan Pragmentari Ki Tunjung Tutur,” paparnya.

Diceritakannya, Tabuh Kreasi Ki Pasung Grigis diangkat dari cerita Kerajaan Bedahulu. Di mana mahapatihnya bernama Ki Pasung Grigis yang tinggal di Banjar Tengkulak Kelod, Gianyar.

Ki Pasung Grigis sendiri merupakan panglima perang Kerajaan Bedahulu, Gianyar. Meski sumpah palapa yang digaungkan Mahapatih Gajah Mada yang ingin menyatukan Nusantara, namun sempat kewalahan saat menghadapi Ki Pasung Grigis untuk dapat menaklukkan Kerajaan Bedahulu.

Tetapi pada akhirnya, karena jiwa ksatria yang dimiliki Ki Pasung Grigis, ia rela diikat dan dibawa ke Tanah Jawa asalkan tujuannya untuk menyatukan Nusantara demi kesejahteraan rakyat. Ditekankannya makna dari cerita tersebut bahwa sebagai pemimpin harus berani berkorban demi kesejahteraan masyarakatnya.

“Makna yang bisa diambil dari cerita tersebut hendaknya sebagai pemimpin kita berani mengorbankan diri demi kepentingan masyarakat bahkan negara. Jangankan badan, jiwapun akan dikorbankan demi negara,” katanya.

Gianyar sendiri akan mengirimkan 12 dutanya untuk dilombakan dalam pesta kesenian terbesar di Bali tersebut. Gianyar juga mengirimkan berbagai kesenian seperti gong kebyar, dramatari, dan kesenian lainnya untuk tampil memukau di Arts Center Denpasar nanti.  (LE-GA)

Pos terkait