Puluhan Babi Mati Mendadak di Abang, Merta Tanaya: Lapor Jika Ada Kejanggalan

Karangasem, LenteraEsai.id – Terkait dengan cukup banyaknya hewan ternak babi yang mati mendadak di beberapa desa Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, akhirnya mendapat perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait.

Bahkan sejak sebelum kejadian kali ini, pihak pemerintah juga sudah berupaya melakukan penanggulangan, namun kematian ternak babi yang diduga akibat virus masih saja terjadi hingga membuat banyak peternak menjadi resah.

Bacaan Lainnya

Berkenaan dengan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Karangasem I Nyoman Merta Tanaya, Selasa (25/1/2022) mengatakan bahwa pihaknya sudah menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan diagnosa guna mengetahui peyebab binatang piaraan babi banyak yang mati di beberada desa Kecamatan Abang.

Dari data yang diterima oleh Dinas Pertanian dan Perikanan, sampai saat ini ada sebanyak 24 ekor babi yang dilaporkan mati di Kecamatan Abang, tersebar di beberapa wilayah seperti Desa Kerthamandala, Tiyingtali, Abang dan Ababi.

“Yang kami terima berdasarkan laporan hanya demikian, tapi jika ada yang dinyatakan lebih dari itu kemungkinan karena warga yang memiliki ternak tidak mau melaporkan ternaknya mati,” kata Merta Tananya.

Merta Tanaya menambahkan, terkait dengan kondisi tersebut kemungkinan disebabkan karena kelembaban tinggi akibat hujan yang belakangan terjadi secara terus-menerus, Selain itu juga bisa karena faktor lain seperti kondisi kandang tidak sehat, pakan tidak higienis dan yang lainnya.

“Untuk upaya penanggulangannya sebaiknya dilakukan pembinaan cara pelihara babi yang baik dan jika ada kejanggalan terhadap hewan peliharaan sebaiknya cepat melapor ke petugas agar cepat mendapat penanganan, sehingga besar kemungkinannya bisa diselamatkan,” kata Merta Tanaya.

Dari 24 ekor babi yang dilaporkan mati untuk Desa Kerthamandala 6 ekor, Desa Abang 6 ekor, Desa Tiyingtali 7 ekor dan Desa Ababi 5 ekor, serta kebanyakan kematiannya didugas karena bakteri kolibasilosis. Selain itu juga ada akibat distokia dan helminthiasis. (LE-Jun) 

Pos terkait