Karangasem, LenteraEsai.id – Bantuan untuk para korban gempa bumi Karangasem masih terus berdatangan mulai dari pemerintah, swasta maupun organisasi dan perorangan. Salah satunya yang sangat peduli dengan keadaan masyarakat yang terdampak gempa adalah Yayasan Ekoturin.
Sebagai bukti, Yayasan Ekoturin akan secepatnya membangun ratusan rumah sementara untuk masyarakat Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem yang tempat tinggalnya luluh lantak diguncang gempa bumi berkekuatan M=4.8 pada 16 Oktober 2021 lalu.
“Rencananya kami akan membangun sebanyak 363 unit rumah sementara untuk warga masyarakat yang rumahnya rusak total akibat gempa. Sementara untuk tahap awal, baru sebanyak 20 unit yang sudah selesai dibangun,” kata Ketua Tim Leader East Bali Poverty Project (EBPP) Yayasan Ekoturin, Komang Kurniawan, saat dikonfirmasi, Sabtu (6/11/2021).
Ia mengatakan, rumah sementara yang dibangun untuk masyarakat dibuat cukup sederhana, yang penting bisa digunakan untuk berteduh di kala hujan maupun panas terik matahari.
Selain bantuan rumah sementara, Yayasan Ekoturin juga telah menyalurkan bantuan paket sembako untuk masyarakat Desa Ban, Kecamatan Kubu yang terdampak gempa bumi.
“Sampai saat ini kami sudah menyerahkan sebanyak 342 paket sembako untuk masyarakat yang terdampak dan bantuan ini akan terus kami salurkan untuk ke depannya,” ujar Komang Kurniawan, menyampaikan.
Selain untuk masyarakat korban gempa, kata Komang Kurniawan, Yayasan Ekoturin juga sudah menyalurkan paket sembako sejak awal pandemi Covid-19 mewabah di Karangasem. Tapi, sembako tersebut khususnya untuk para siswa yang bersekolah di Yayasan Ekoturin.
“Kami sudah menyalurkan bantuan sembako untuk para siswa sejak bulan Mei 2020 yang lalu, dan bantuan tersebut kami serahkan setiap bulan dan masih berlangsung sampai sekarang,” kata Komang Kurniawan, menjelaskan.
Ia menambahkan, sejak awal pandemi yang mewajibkan siswa untuk belajar dalam jaringan (Daring), Yayasan Ekoturin setiap bulannya juga membantu kuota internet untuk para siswa. “Selain bantuan kuota internet, untuk siswa yang tidak punya HP kami berikan pinjaman dulu supaya proses belajarnya bisa lancar,” ucapnya. (LE-Jun)







