Karangasem, LenteraEsai.id – Gunung Agung yang bagian kakinya bercokol di Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur, status tingkat aktivitas vulkaniknya kini mengalami penurunan dari yang sebelumnya Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal), terhitung sejak Senin siang, 13 September 2021.
Secara periodik dalam beberapa tahun ini terus turun setelah gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu sempat menyandang status Level IV (Awas) ketika mengalami erupsi pada akhir September 2017 lalu.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem I Dewa Mertayasa, saat dikonfirmasi mengatakan, penurunan status Gunung Agung dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal) dilakukan berdasarkan hasil pengamatan.
Dari hasil pengamatan secara visual dan analisis data, aktivitas vulkanik Gunung Agung kini sudah kembali stabil, sehingga kecil kemungkinan akan terjadinya letusan dalam skala besar.
“Demikian juga dari hasil analisis data aktivitas kegempaannya, tidak mungkin akan terjadi letusan besar, dan dari data gempa vulkaniknya juga sudah sangat berkurang,” kata Dewa Mertayasa, mengungkapkan.
Dalam pengamatan visual, erupsi terakhir Gunung Agung terjadi pada 13 Juni 2019 pada pukul 01:38 Wita, dan aktivitas permukaan yang terekam kini didominasi oleh hembusan gas vulkanik yang terjadi sesekali dengan intensitas lemah, dan aktivitas permukaan kawah juga mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Dewa Mertayasa menjelaskan, dengan penurunan status Gunung Agung menjadi Level I (Normal), itu artinya secara otomatis radius zona bahaya yang sebelumnya dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari bibir kawah puncak, kini dihapuskan.
Namun demikian, Dewa Mertayasa tetap mengimbau kepada masyarakat dan juga pendaki agar tidak beraktivitas tepat di bibir kawah Gunung Agung untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Meski sudah normal, saya berharap para pendaki dan juga masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di bibir kawah gunung tertinggi di Pulau Dewata itu,” kata Dewa Mertayasa, mengingatkan. (LE-Jun)







