Jelang Musim Panen, Buah Tanaman Cabai di Abang Karangasem Malah Rontok

Karangasem, LenteraEsai.id – Tanaman cabai di lahan pertanian Dusun Abang Kelod, Desa dan Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem yang tinggal beberapa hari lagi siap untuk dipanen, kini buahnya malah rontok berjatuhan ke atas permukaan tanah.

Rontoknya buah cabai yang umurnya relatif sudah hampir ranum itu, membuat para petani gelisah dan kecewa karena terancam gagal panen dan merugi.

Bacaan Lainnya

Ni Wayan Sari, salah seorang petani cabai asal Dusun Abang Kelod saat ditemui di kebunnya pada Jumat (10/9/2021), mengaku sangat kecewa dan dongkol dengan kondisi buah cabai seperti itu, mengingat tinggal beberapa hari lagi sudah siap untuk dipanen dan dijual ke pasaran.

“Bagaimana tidak dongkol, cabai tinggal beberapa hari lagi dipanen, kini malah rontok bertaburan di atas permukaan tanah,” ujarnya dengan bahasa Bali medok, bernada kesal.

Mengenai penyebabnya, petani yang juga ibu rumah tangga itu mengatakan tidak tahu secara pasti. “Saya tidak tahu pasti, apakah karena faktor cuaca atau perawatannya yang salah. Yang jelas, saya sangat kecewa dan tidak tahu harus mengadu ke siapa, karena jika meminta solusi kepada pemerintah juga tidak mungkin,” kata Wayan Sari.

Hal yang sama juga dikatakan I Nengah Arsa, yang juga seorang petani cabai di Dusun Abang Kelod. Ia juga mengaku tidak tahu secara pasti kenapa cabai di daerahnya menjadi rontok, padahal beberapa hari lagi sudah siap untuk dipetik.

“Buah cabai di sini lumayan besar-besar, tapi baru beranjak warna kemerahan sudah jatuh duluan ke tanah. Jika dipaksakan untuk dijual, tentu harganya sangat murah,” ucap Arsa sembari menyebutkan bahwa modal yang telah dikucurkan untuk bertanam cabai tidak sedikit jumlahnya.

Padahal, lanjut Arsa, dari sisi perawatan sudah sangat maksimal, mulai dari pemupukan, penyemprotan dan lain sebagainya, tapi sekarang malah buahnya rontok seperti ini.

“Kami sangat kecewa karena pada musim panen tahun sebelumnya biasa kami lakukan per dua hari sekali, bisa mendapatkan 10 sampai 15 kilogram, dan maksimalnya bisa mencapai 20 kilogram jika panennya bagus,” katanya dengan sorot mata menerawang jauh.

Menyinggung harga cabai, Arsa mengatakan di pasaran saat ini pada kisaran Rp15.000 sampai Rp16.000 per kilogram. “Tapi kini kami justru terancam merugi akibat buah cabai banyak yang tiba-tiba rontok,” kata Arsa sambil mengaku tidak habis pikir. 

Baik Arsa maupun beberapa petani lain senada mengharapkan pihak pemerintah dapat melakukan penelitian mengenai penyebab rontoknya buah cabai menjelang panen, untuk nantinya bisa dipakai bahan studi pada masa tanam berikutnya.  (LE-Jun) 

Pos terkait