Peristiwa Berdarah di Jalan Subur Denpasar Renggut Korban asal Kubutambahan

Denpasar, LenteraEsai.id – Perkelahian berdarah meletus di simpang Jalan Subur-Kalimutu, Tegal Harum, Kota Denpasar pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 Wita, 23 Juli 2021.

Perkelahian yang dilengkapi senjata tajam itu merengguh seorang korban yang harus tergeletak bersimpah darah di tengah jalanan yang cukup  padat arus lalu lintas.

Bacaan Lainnya

Korban yang tergeletak, terlihat sempat kejang-kejang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir, yang menurut petugas kuat dugaan karena kehabisan darah.

Sejumlah luka di beberapa bagian tubuh pria tersebut nampak menganga dengan mengucurkan darah segar. Dari lokasi kejadian, pihak kepolisian menemukan sebuah KTP, dan dari kartu tersebut korban diketahui bernama Gede Budiarsana (De Budi), penduduk asal Kubutambahan, Kabupaten Buleleng.

Dalam kartu tersebut pula terungkap bahwa korban kelahiran tanggal 8 Agustus 1987 di wilayah Bali bagian utara itu.

Sejumlah warga yang menjadi saksi kejadian sempat merekam adegan ini. Di mana disebutkan bahwa korban sebelumnya terlibat perkelahian dengan melibatkan beberapa pria tak dikenal, sebelum akhirnya tewas tertelungkup di jalan raya. Di tangan korban, juga nampak menggenggam senjata tajam.

Berdasarkan keterangan warga, korban yang sehari-harinya bertugas selaku tenaga Satpam pada sebuah perusahaan, diketahui merangkap  sebagai salah seorang anggota ormas.

Ada dugaan, timbulnya perkelahian antara korban dengan beberapa pelaku yang belum diketahui identitasnya itu, berawal dari masalah hutang-piutang atau aksi tarik menarik kendaraan bermotor yang tidak dapat melunasi kewajiban bayar cicilan.

Namun demikian, untuk lebih memastikan ihwal terjadinya aksi saling tebas sore itu, pihak Polresta Denpasar kini sedang melakukan penyelidikan di tempat kejadian, termasuk untuk dapat mengungkap pelaku yang nekat melancarkan aksi yang tergolong sadis itu.

Polisi yang turun ke lokasi belum dapat menyebutkan identitas pelaku yang telah menghabisi nyawa De Budi, serta apa latar belakang dari munculnya peristiwa berdarah tersebut, karena masih harus dilakukan penyelidikan dengan lebih seksama.  (LE-DP)

Pos terkait