Badung, LenteraEsai.id – Tim medis Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) IV Abiansemal, Kabupaten Badung kini tengah melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara maraton dari satu desa ke desa yang lainnya.
Vaksinasi yang diawali di Desa Taman, kemudian dilanjutkan ke Desa Bongkasa dan seteruskan akan menyusul ke desa-desa lainnya.
“Puskesmas IV Abiansemal membawahkan lima desa, yakni Desa Taman, Bongkasa, Bongkasa Pertiwi, Punggul dan Desa Selat,” kata Kepala Puskesmas IV Abiansemal dr Agus Wawan, dalam perbincangan dengan LenteraEsai (LE) di ruang kerjanya pada Rabu, 10 Maret 2021.
Menurut dr Agus Wawan, sasaran tahap pertama mendapat vaksinasi Covid-19 adalah petugas pelayan publik. Yakni perbekel beserta jajarannya, para prajuru desa adat, prajuru kelian adat dan jro mangku.
“Kami kerahkan full tim, target sasaran 100 orang per hari. Sampai hari ini baru dilakukan di dua desa, yakni Taman dan Bongkasa,” ujar dr Agus Wawan, dokter yang dikenal energik.
Dokter yang kini menginjak tahun kedelapan bertugas di Puskesmaa IV Abiansemal itu menyebutkan, sesuai target, pelaksanaan vaksinasi Covid -19 tahap pertama selesai dilakukan pada April atau awal Mei 2021.
Ditanya tentang respons masyarakat?, dr Agus Wawan mengungkapkan, sejauh ini respons masyarakat untuk mengikuti dan mendapat vaksin sangat bagus. “Mereka dengan antusias datang ke tempat dilakukannya giat vaksinasi,” katanya, menjelaskan.
Pelaksanaan vaksinasi di dua desa yang sudah tertangani, umumnya berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti, kata dr Agus Wawan dengan menambahkan, hanya warga yang tensinya tinggi dan mengidap penyakit berat seperti hypertensi, jantung, diabetes melitus (kencing manis), yang kemudian diarahkan ke rumah sakit.
Setelah para aparatur di desa atau petugas pelayanan publik, sasaran vaksinasi berikutnya akan diarahkan kepada penduduk lanjut usia (lansia) di lima desa.
Mengenai adanya sebagian lansia yang mengaku enggan ke Puskesmas karena takut diobservasi mengarah ke Covid-19 (dicovidkan), dr Agus Wawan membenarkan sinyalemen tersebut.
“Sinyalemen tersebut nampaknya ada benarnya. Buktinya, setelah pandemi angka kunjungan ke Puskesmas IV Abiansemal menurun hingga 40 persen. Kunjungan ke Puskesmas lain dan rumah sakit, juga dilaporkan menurun,” kata dr Agus Wawan sembari menilai wajar masyarakat takut, karena Virus Corona merupakan jenis penyakit baru.
Kekurangan Tenaga Dokter
Ditanya tentang kecukupan tenaga medis, para medis dan non medis di lingkup tugasnya, dr Agus Wawan menyebutkan saat ini kekurangan empat orang tenaga dokter umum. Tenaga yang sudah ada sebanyak lima orang dokter umum, namun jumlah itu masih kurang dibandingkan dengan pasien yang harus ditangani setiap bulannya.
Sementara dokter gigi ada dua orang, dan kalau tenaga paramedis dan non medis di Puskesmas ini sudah memadai. Kekurangan dokter tersebut, kata dr Agus Wawan sudah dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dengan harapan secepatnya dapat dipenuhi.
Bagaimana dengan dokter spesialis?, ia menyebutkan di Puskesmas IV Abiansemal memang tidak dilengkapi dokter spesialis. Dulu ada kunjungan dokter spesialis obgin dan yang lainnya, namun setelah pandemi Covid-19, tidak ada lagi kunjungan dokter-dokter spesialis.
Dikatakan, untuk jenis-jenis penyakit yang diderita masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas IV Abiansemal, meliputi ispa, gatal-gatal, hypertensi (tekanan darah tinggi) dan sebagainya.
Tentang ketersediaan alkes (alat kesehatan), dr Agus Wawan menjelaskan, keberadaan alkes sudah cukup memadai. Demikian juga tentang keamanan di Puskesmas, dengan penuh semangat dr Agus mengatakan sudah ada tiga orang Satpam yang ditugaskan. “Mereka bertugas sejak sore hingga pagi hari,” ucapnya. (LE/Ima)







