PHK dari Hotel Berbintang, Anak Muda Banting Stir Jualan Gas Keliling

Singaraja, LenteraEsai.id – Imbas dari Covis-19 yang terus mewabah, telah membuat berbagai sektor ekonomi luluh lantak, terlebih bagi para pengusaha hotel dan restoran di Bali yang sangat bertumpu pada kunjungan wisatawan.

Sepi atau bahkan terhentinya kunjungan wisatawan sejak Virus Corona melanda Bali awal Maret 2020 lalu, telah mengakibatkan sejumlah hotel dan restoran serta sarana pariwisata lain harus menghentikan operasionalnya.

Bacaan Lainnya

Seiring dengan itu, I Gede Landy Radita, salah seorang karyawan hotel berbintang, mengaku tak ingin terlalu lama larut dalam kesedihan usai terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Hotel Hyatt Nusa Dua, tempatnya menggantungkan hidup sejak beberapa tahun ini.

Pascadiberhentikan dari tempat kerja, pria kelahiran 4 April 1999 itupun langsung memutuskan untuk pulang kampung ke tempat kelahirannya di Banjar Kanginan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali bagian utara.

Tak disangka, Landy rela banting setir jadi penjual gas elpiji keliling dari satu rumah ke tempat tinggal yang lain, tanpa menghiraukan bentakan terik sinar mentari atau sebaliknya diguyur hujan deras di jalanan ketika menjajakan barang dagangannya.

Tentu, penghasilan yang kini diterima Landy jauh lebih kecil dibangdingkan dengan saat dia masih berkerja di hotel kategori premium yang sudah digelutinya hampir selama dua tahun itu.

Meski begitu, putra sulung dari pasangan suami istri I Ketut Citarja Yudiarta (51) dan Ni Ketut Wiartini (41) tersebut, mengaku bersyukur, setidaknya kini masih bisa membantu meringankan beban orang tua.

Pria berusia 22 tahun yang masih berstatus lajang itu menuturkan, pertama kali diberitahu akan kena PHK sekitar bulan Maret 2020. Tak berselang lama, ia pun resmi diberhentikan pada pertengahan April 2020, sehubungan tamu yang menginap di hotel nyaris tak ada lagi.

“Tentu sedih. Tapi ya…saya harus tegar menerima keputusan yang diambil pihak perusahaan, karena situasi memang sepi. Saya mulai bekerja di hotel itu bulan Oktober 2018, kemudian diberhentikan bulan April 2020,” kata Lndry dengan sotor mata menerawang jauh.

Awal bekerja dengan status sebagai karyawan kontrak, Andry mengatakan  upah yang diterimanya per bulan sebesar Rp 3,1 juta. “Kalau sekarang jualan gas elpiji, hasilnya nggak tentu. Namun yang terpenting tidak memberatkan pikiran dan jadi beban orang tua, apalagi saya masih punya adik-adik yang butuh biaya,” ungkap Landy ketika ditemui di pangkalan elpiji di Singaraja, Senin (8/2).

Ketika ditanya mengenai usianya yang masih muda jualan gas elpiji, apakah tidak terbersit perasaan malu ?, Landy yang masih tergolong anak baru gede (ABG) itupun blak-blakan mengaku tidak malu mencari penghasilan baru dengan berjualan gas elpiji keliling.

“Pekerjaan ini kan halal, jadi sementara ini biar bisa bertahan hidup dulu dah, karena orang tua selalu mengajarkan kemandirian. Ya, hitung-hitung kalau malming (malam mingguan) punya bekal dari jerih payah dan hasil keringat sendiri,” ujarnya, menghibur diri.

Saat ini, Landy menjalankan bisnis jualan gas elpiji dengan mencari pelanggan di sekitar rumah tinggalnya. “Bisnis jualan gas elpiji keliling ini tak lepas dari peran orang tua (ayah) yang ikut mencarikan pelanggan di sekitar rumah,” ucapnya.

Landy menambahkan, kondisi yang sama kini juga dialami sepupunya, yakni Ni Luh Rediasri Zender (26). Perempuan ABG berparas ayu itupun mengaku kena PHK imbas pandemi Covid-19. Dulu, Zender bekerja di Bali Internasional Golf Nusa Dua.

Kini, Zender mengikuti jejak Landy menjalankan bisnis gas elpiji keliling dengan memanfaatkan kepercayaan dari agen gas LPJ PT Windhu Pusaka Sakti yang mulai beroperasi pada bulan September 2020 lalu di Banjar Kanginan, Desa Bila.

“Upah training per hari Rp 50 ribu. Ya, disyukuri saja sementara ini. Kerja di sini masih training selaku manajemen. Pengiriman gas elpiji sekitar 560 unit per bulan diangkut armada 28 truk. Saat ini, ada 8 pangkalan dilayani di dua kecamatan, yakni Kecamatan Sawan dan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng,” ujar Zender, singkat.  (LE-SN)

Pos terkait