Cegah Klaster Baru, Keberadaan Pedagang di Pasar Buleleng Akan Diurai

Pasar tradisional di Buleleng

Buleleng, LenteraEsai.id – Sejak munculnya kasus transmisi lokal di sejumlah pasar tradisional di Bali, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng melakukan rapat bersama seluruh anggota tim untuk membahas hal tersebut.

“Kami lakukan pembahasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan dalam upaya mencegah atau menekan adanya penularan virus di pasar yang merupakan klaster baru,” kata Sekretaris GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng Drs Gede Suyasa MPd saat jumpa pers secara online bersama awak media massa dari ruang kerjanya, Sabtu (27/9).

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu Gede Suyasa menjelaskan, hasil pembahasan bersama tim GTPP Covid-19 dalam menyikapi surat edaran Gugas Tugas Provinsi Bali guna mencegah klaster baru penularan Covid-19 di sejumlah pasar di Buleleng, antara lain diputuskan untuk membuat satuan tugas (satgas) di masing-masing pasar.

Bersamaan dengan dibentuknya satgas, juga dibangun posko penanganan Covid-19 di lingkungan pasar, serta membuat pintu masuk dan keluar arena pasar, dan diputuskan juga untuk mengurai jumlah atau keberadaan pedagang di lantai II pada Pasar Anyar Buleleng, ucapnya.

Gede Suyasa penyebutkan bahwa pengawasan adalah tujuan utama dalam menerapkan protokol kesehatan secara ketat di pasar, baik kepada pedagang maupun pembeli dalam berinteraksi.

“Sesuai rancangan PD Pasar, lantai II pada Pasar Anyar sudah cukup dalam mengurai pedagang, namun harus tertib dan terkoordinir oleh instansi terkait. Rancangan ini akan diajukan awal Juli ini kepada Bupati Buleleng,” ujarnya.

Mengenai perkembangan kasus Covid-19 terkini, Gede Suyasa menjelaskan terdapat pasien sembuh sebanyak 1 orang kode PDP 94 dari Banyuning yang telah menjalani perawatan selama 17 hari dengan 10 kali swab dengan hasil swab terakhir negatif, sehingga diperbolehkan pulang.

“Syukur hari ini satu orang sembuh dan tidak ada lagi penambahan kasus terkonfirmasi yang baru,” ujarnya, menjelaskan.

Lebih jauh kasus Covid-19 di Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan secara akumulatif kasus terkonfirmasi di Buleleng sebanyak 93 orang, sembuh terakumulasi 82 orang, dan yang meninggal dunia nihil.

Sedangkan yang masih dirawat di RS di Buleleng sebanyak 10 orang, yang dirujuk ke Denpasar 1 orang, PDP negatif/non Covid-19 terakumulasi 19 orang, PDP menjadi terkonfirmasi 6 orang, PDP dirawat saat ini 2 orang. Selain itu pasien yang sejak awal dirawat di Denpasar 5 orang, ucapnya.

Kemudian ODP kumulatif 121 orang, yang masih dipantau di Buleleng nihil, selesai masa pantau 112 orang, ODP terkonfirmasi 9 orang. Lalu ada OTG kumulatif sebanyak 1.918 orang, selesai masa pantau 1.643 orang, dikarantina mandiri 192 orang, karantina di RS Giri Emas 4 orang, OTG transisi di RSUD 1 orang, OTG terkonfirmasi 78 orang.

Jumlah kumulatif pelaku perjalanan ke wilayah terjangkit dan transmisi lokal sebanyak 4.003 orang, berakhir masa pantau sebanyak 3.834, sisa pantau 169 orang terdiri atas pekerja kapal pesiar 153 orang, TKI lainnya 5 orang, pulang dari LN 1 orang dan orang dari daerah transmisi lokal sebanyak 10 orang, katanya, menjelaskan.  (LE-BL)

Pos terkait