Denpasar, LenteraEsai.id – Dugaan adanya jalinan ‘asmara’ antara anggota Komisi IV DPRD Bali berinisial DY dengan KD, seorang ketua komisi di DPRD Bali, perlahan-lahan menyeruak ke permukaan.
Hal terbaru yang menguatkan dugaan tersebut, ketika suami anggota Komisi IV DPRD Bali yang disebut dengan inisial IKL, melakukan penggerebekan di kamar nomor 323 lantai 3 Four Star by Trans Hotel di Jalan Raya Puputan Renon, Denpasar, Sabtu (14/3/2020) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.
Langkah ini dilakukan, dikarenakan IKL sebelumnya mendapatkan informasi kalau istrinya tengah menginap di Four Star Hotel. Akan tetapi, kejanggalan yang terjadi karena pemesan kamar itu atas nama KD yang dilengkapi dengan KTP milik KD, namun yang menempati kamar malah DY.

Saat melakukan penggerebekan, terlihat ada mobil DY yang merupakan jenis Pajero Sport tengah terparkir di basement hotel. Ketika telepon di kamar hotel no 323 lantai 3 Four Star Hotel dihubungi, yang menerima telepon adalah suara wanita yang mirip DY. Dan ketika kamar itu didatangi dan dibunyikan bel, yang membuka pintu memang DY.
Salah seorang saksi yang ikut melakukan penggerebekan, yakni Putu A (keluarga dekat IKL) mengatakan, saat itu IKL sudah lama mencurigai jika istrinya memiliki hubungan khusus dengan salah seorang ketua komisi di DPRD Bali.
Gelagatnya itu diperlihatkan karena bersikap lain terhadap suaminya sejak mengenal dekat dengan KD. Selain itu, DY selalu berdalih sibuk dengan kegiatan partai dan seputar aktivitas sebagai wakil rakyat. Belum lagi kegiatan kunjungan kerja ke berbagai daerah, sehingga menguras waktu keseharian DY.
“IKL sebenarnya sudah akan menceraikan istrinya, namun selama ini bukti-bukti kuat memang masih belum ditemukan, sampai akhirnya terjadi sweeping di Four Star Hotel. Saat terjadi sweeping, DY beralasan meminta KD memesankan hotel karena baterai handphone drop. Nah, kenapa DY bisa menelpon KD untuk minta tolong pesan kamar hotel kalau handponenya drop? Ketika ditanya kenapa tidak menghubungi suaminya untuk minta tolong, kok bilang handphone drop. Ini janggal sekali. Dan lebih mengecewakan lagi, saat sweeping itu DY diajak suaminya pulang malah terang-terangan menolak,” kata Putu A.
Di sisi lain, Putu A ini mengatakan bahwa kurang baik apa IKL selama ini sebagai seorang suami. Selain menjadikan DY sebagai ratu dan memanjakan dengan fasilitas serba mewah, IKL juga gemar memberikan hadiah berupa berlian dengan harga fantastik mencapai puluhan miliar rupiah.
Kenyataannya, meski dimanjakan dengan fasilitas super mewah, justru DY gemar ‘kabur’ ke rumah orang tuanya dan tidak mengurus suami atau rumah tangga. Berlian bernilai puluhan miliar rupiah yang selama ini didapat dari suaminya, malah dibawa semua ke rumah orang tuanya.
“DY itu kan dulu SPG, lalu berkenalan dengan IKL sehingga kehidupannya berubah drastis. Saat jadi SPG saja, handponenya rusak, dan keesokan harinya dibelikan dua hp oleh IKL. Kuliahnya juga dibiayai sampai tamat, setelah itu kakinya yang pernah patah tapi tidak ada biaya untuk operasi pen, diurus semua oleh IKL hingga sembuh di rumah sakit berfasilitas terbaik. Setelah dijadikan istri, ia diarahkan untuk berbakti kepada masyarakat dan dijadikan wakil rakyat. Kalau bukan istri IKL, siapa yang kenal dan tahu DY. Nah, setelah jadi wakil rakyat dan duduk di DPRD Bali, kok malah begini perbuatannya. Perbuatan tulus IKL malah dibalas dengan sikapnya yang bermain api dengan orang lain. Sweeping itu makin menguatkan adanya hubungan khusus antara DY dan KD,” tegas Putu A.
Sementara itu, ketika DY dihubungi untuk dikonfirmasi mengenai sweeping yang dilakukan suaminya di Four Star Hotel, ternyata handphonenya tidak aktif. (Adv)







