Badung, LenteraEsai.id – Dalam upaya mempersiapkan semester baru tahun ajaran 2022/2023, Fakultas Peternakan Universitas Udayana (Fapet Unud) menyelenggarakan Workshop Re-Orientasi Kurikulum Penunjang MBKM Program Studi Sarjana Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana pada Selasa (12/7), di Gedung AA lantai 3 Fakultas Peternakan Universitas Udayana Jimbaran.
Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Peternakan Universitas Udayana Dr Ir I Nyoman Tirta Ariana MS IPU, dan turut mengundang para stakeholders atau mitra kerja sama, yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, BPTP Bali, BPTU-HPT Bali, dan Charoen Pokphand Indonesia Tbk.
Dekan dalam sambutan menyatakan bahwa workshop ini merupakan proses evaluasi dan sharing berkaitan dengan kurikulum Fakultas Peternakan Unud yang telah berjalan selama ini dan menentukan beberapa perubahan yang dibutuhkan menyesuaikan dengan hasil dari workshop ini.
”Sehingga nantinya, tidak akan dilaksanakan Workshop Re-Orientasi Kurikulum lagi tetapi tahap selanjutnya adalah dengan melaksanakan kurikulum yang telah selesai dipersiapkan,” ungkap Dekan Fapet.
Workshop ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta yang berasal dari dosen dan mitra kerja sama Fakultas Peternakan Unud. Narasumber pada workshop ini berasal dari LP3M Universitas Udayana yaitu Prof Dr Ir GP Ganda Putra MP, dengan materi yang disampaikan berkaitan dengan Re-Orientasi Kurikulum untuk Mendukung MBKM dan Sistem Penilaian Proses Pembelajaran; dan Ketua Program Studi S1 Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Ir Tri Satya Mastuti Widi SPt MP MSc PhD IPM ASEAN Eng.
Berdasarkan dari pemaparan materi yang disampaikan oleh kedua narasumber, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kurikulum untuk penunjang kegiatan MBKM tidak dapat dilakukan mandiri hanya dari program studi pelaksana, melainkan membutuhkan keterlibatan langsung dengan para mitra dan stakeholder penyelenggara yang terlibat, termasuk juga keterlibatan dosen pendamping lapangan dan mahasiswa yang melaksanakan kegiatan.
Berbagai pilihan alternatif untuk mengatasi permasalahan yang dimungkinkan terjadi dalam pelaksanaan MBKM juga perlu difikirkan dari sekarang untuk memperlancar kegiatan MBKM ke depannya. (LE-BD)
Sumber: www.unud.ac.id







