Karangasem, LenteraEsai.id – Setelah sempat mengalami penurunan yang cukup signifikan, kini harga arak tradisional Karangasem mulai mengalami sedikit peningkatan, meski masih jauh dari harga tertinggi yang sempat berlaku di pasaran.
Hal tersebut diutarakan I Komang Merta (28), seorang petani arak tradisional yang berasal dari Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, saat ditemui di rumahnya, Kamis (23/9/2021).
“Saat ini harga arak tradisional sudah mengalami sedikit peningkatan dan itu sangat saya syukuri. Semoga saja untuk ke depannya terus mengalami peningkatan karena ini merupakan pekerjaan saya satu-satunya,” kata Komang Merta.
Komang Merta menyebutkan, harga arak tradisional dengan kualitas terbaik kini berada pada kisaran Rp160 ribu per jerigen yang berisi 9 liter arak. Sedangkan untuk harga arak yang kualitasnya lebih rendah masih berada di kisaran Rp125 ribu per jerigen.
“Harganya baru mengalami peningkatan sejak sepekan terakhir, semoga saja tidak mengalami penurunan lagi,” katanya, mengharapkan.
Meskipun telah mengalami peningkatan harga, kata Komang Merta, namun justru tantangan yang cukup sulit dihadapi para petani arak tradisional saat ini adalah faktor cuaca.
“Sejak beberapa hari ini cuaca tidak menentu, kadang panas terik matahari, tapi tiba-tiba turun hujan lebat. Begitu juga sebaliknya hingga merepotkan petani, terutama saat menyadap tuak sebagai bahan baku arak,” ucapnya.
Dia menjelaskan, faktor cuaca sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas tuak yang dihasilkan dari pohon kelapa yang merupakan bahan utama pembuatan arak tradisional. “Karena saat cuaca tidak menentu, terkadang pohon kelapa tidak dihasilkan tuak alias ‘nyat’ atau kering,” kata Komang Merta.
Hal senada dengan Komang Merta, juga dikatakan petani arak yang lain, I Wayan Sudiasa yang mengaku cukup kesulitan mengahapi cuaca yang tidak mententu. “Di saat harga mulai naik, datang cuaca yang membuat pohon kelapa berhenti mengeluarkan tuak,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala.
Sudiasa membenarkan arak tradisional sejak beberapa hari terakhir ini mulai ada peningkatan harga. “Ya, harganya sudah mengalami sedikit peningkatan, meski belum sampai ke harga puncak. Semoga naik terus karena ini merupakan harapan kami semua sesama petani arak tradisional,” kata Sudiasa tanpa menyebut berapa harga arak tertinggi itu. (LE-Jun)







