Jenguk Ibu Sakit, Satu Keluarga Asal Karangasem Jadi Korban Tenggelamnya Kapal Yunicee

Karangasem, LenteraEsai.id – Lima orang dalam satu keluarga asal Kabupaten Karangasem, Bali tercatat menjadi korban musibah KMP Yunicee yang tenggelam di perairan dekat Pelabuhan Gilimanuk pada Selasa (29/6) malam.

Dua dari lima anggota keluarga itu, yakni Ny Diah Ari Meiyana dan anak pertamanya Bunga Cinta Ramadani, telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya masih dalam upaya pencarian tim SAR gabungan di kawasan Selat Bali, di seputar kapal diketahui tenggelam.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan di rumah duka, tempat jenazah kedua korban disemayamkan di Lingkungan Dangin Sema, Kelurahan dan Kabupaten Karangasem, Rabu (30/6) siang, tampak suasana duka menyelimuti keluarga dan kerabat korban.

A Sadat Kadarusman, salah seorang sepupu korban Ny Diah Ari Meiyana  menuturkan, sepupunya Ny Diah bersama suami dan ketiga anaknya, sepekan lalu pergi ke Banyuwangi, Jawa Timur untuk menjenguk ibu mertuanya yang sedang sakit.

Namun malang, nasib naas menimpa mereka saat hendak balik pulang ke Karangasem, Bali dengan penumpang Kapal Yunicee yang kemudian tenggelam tidak jauh dari dermaga Pelabuhan Gilimanuk, Bali bagian barat.

“Saat ini baru sepupu saya Ny Diah Ari Meiyana dan anak pertamanya Bunga Cinta Ramadani yang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan suaminya yaitu Gatot Pudjianto berikut dua anaknya lagi yaitu Ceysa Putri Febriani dan Muhamad Rafasya Putra Pudjianto, masih dalam upaya pencarian,” kata Kadarusman, menjelaskan.

Baik Kadarusman maupun beberapa saudara korban yang lain, senada mengharapkan ketiga korban yang masih dalam proses pencarian secepatnya dapat ditemukan. “Kami sangat berharap ketiganya bisa ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Kadarusman dengan kedua bola matanya yang tampak sembab.

Jenazah kedua korban yang kini sudah terbaring di rumah duka di Lingkungan Dangin Sema, rencananya dimakamkan pada Rabu (30/6) sore ini di tempat pemakaman umum desa setempat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Berdasarkan data manives, KMP Yunicee yang berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali pada malam itu, tercatat mengangkut 53 orang terdiri atas 41 penumpang dan 12 anak huah kapal (ABK).

Dari jumlah itu, 33 di antaranya telah ditemukan dalam keadaan selamat, tujuh meninggal dunia, dan 13 lainnya hingga siang ini masih dalam upaya pencarian tim SAR gabungan dibantu masyarakat setempat.  (LE-Jun)

Pos terkait