Karangasem, LenteraEsai.id – I Gede Semara (25) atau biasa dipanggil De Goar, penduduk Banjar Anyar, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, adalah sosok pemuda yang dikenal bermental tangguh.
Setelah gagal berangkat bekerja di kapal pesiar sekitar satu tahun yang lalu, De Goar tidak patah semangat. Ia lantas memilih untuk berbisnis ikan hias jenis koi di rumahnya.
Kini, bisnis yang ia geluti tersebut sudah lumayan berkembang bahkan pelanggannya sampai ada yang dari luar kota. Akan tetapi, belakangan ini selain berbisnis ikan koi, De Goar juga meraup untung dari bisnis ikan cupang yang digeluti sejak tiga bulan yang lalu.
Karena, menurutnya, ikan cupang sangat mudah dipelihara tanpa perlu menggunakan mesin gelembung atau pompa air. Selain itu, harganya juga lebih tinggi dan peminatnya lumayan banyak.
“Jadi selain berbisnis ikan koi, saat ini saya juga berbisnis ikan cupang karena peminatnya cukup banyak, selain harganya juga lebih mahal,” kata De Goar saat ditemui di rumahnya di Banjar Anyar, Desa Selumbung, Minggu (17/1/2021).
Selain itu, kontes ikan cupang juga rutin digelar setiap bulannya untuk mencari ikan cupang terbaik dan memiliki nilai jual tinggi.
Bahkan, De Goar mengaku pada bulan Desember lalu dirinya sempat mengikuti kontes ikan cupang sampai ke Jawa Timur bersama Komunitas Bali Betta United (KBBU).
“Bulan lalu saya dan komunitas KBBU sempat ikut kontes di Banyuwangi Jawa Timur dan mendapatkan juara umum,” ungkapnya, berbangga.
Sedangkan untuk menjalin komunikasi antara para pecinta ikan cupang yang ada di Kabupaten Karangasem, juga ada sebuah komunitasnya yang bernama Karangasem Betta Fish Community (KBFC).
Untuk kisaran harga ikan cupang yang sudah siap dijual, mulai dari harga Rp5 ribu sampai Rp500 ribu per ekor, tergantung jenis dan keunikan warnanya. Bahkan untuk harga ikan cupang yang sudah sempat menjuarai kontes, bisa sampai Rp12 juta.
Selain menjual ikan, De Goar juga memperdagangkan pakan ikan cupang seperti infusoria, cacing sutra, kutu air dan perlengkapan ikan cupang lainnya seperti soliter kaca, serokan, sekat dan masih banyak lagi.
Mengenai omzet yang didapat per bulannya, De Goar tidak mau menyebutkan, tetapi yang jelas dari bisnisnya tersebut dapat menghidupi seluruh anggota keluarganya saat ini. Apalagi ayahnya masih dirumahkan dari pekerjaannya terkait Covid-19 sampai saat ini.
Selain berbisnis ikan cupang, ia juga mencoba keberuntungan dengan membuat akun youtube dengan nama “Dede Goar” yang mengulas berbagai hal tentang ikan cupang.
“Jadi, yang pengen tahu berbagai hal tentang ikan cupang, silakan tonton akun Youtube saya dan jangan lupa di-subscribe,” ujarnya, menandaskan. (LE-Jun)







