Mangupura, LenteraEsai.id – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Badung Kamis, 13 Agustus 2026 berlangsung secara maraton. Tahap pertama berlangsung pukul 11.00 Wita. Dengan agenda penjelasan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa tentang ranperda APBD Perubahan TA 2026 dan perubahan prioritas plzpon anggaran sementara tahun 2026. Rapat paripurna tahap kedua pukul 14.00 Wita sampai selesai. Agendanya penetapan APBD Perubahan TA 2026 lanjut penandatangan berita acara.
Rapat paripurna secara maraton itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti. Didampingi tiga wakilnya dan diikuti para anggota. Serta dihadiri para undangan. Yakni dari jajaran eksekutif Pemkab Badung, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), pimpinan instansi vertikal, KPU Badung, Direksi Perusahaan Daerah dan lainnya.
Bupati Badung Adi Arnawa dalam penjelasan Ranperda APBD Perubahan antara lain menyebutkan, Pendapatan daerah dirancang 10,5 triliun lebih. Meningkat Rp256,6 miliar ketimbang di APBD induk 2026. Yang dirancang Rp10,3 triliun lebih. Terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) Rp9,8 triliun lebih, meningkat Rp277,6 miliar dibanding di APBD induk 2026. Pendapatan transfer Rp781,6 miliar lebih, menurun dibandingkan di induk.
Belanja pada APBD Perubahan 2026 dirancang Rp13,2 triliun lebih. Meningkat Rp1,7 triliun lebih dibanding di APBD Induk 2026. Belanja operasional Rp6,3 triliun lebih, belanja modal Rp4,9 triliun lebih, belanja tidak terduga Rp79 miliar lebih, belanja transfer Rp1,8 triliun lebih. Sisa lebih dari APBD 2025 sebesar Rp1,1 triliun lebih. Pembiayaan hutang daerah/pinjaman daerah Rp2 triliun lebih. Diperuntukkan pembebasan lahan dan pembangunan jalan di wilayah Kuta Selatan, Kuta Utara dan Mengwi. Pernyataan modal di BPD Bali Rp300 miliar lebih dan seterusnya.
Usai rapat paripurna menjawab awak media massa Bupati Badung Adi Arnawa menjelaskan, dalam Ranperda APBD Perubahan APBD 2p26 memang terjadi pembengkakan anggaran. Anggaran sebagian besar untuk pembebasan lahan dan pembangunan insfrastruktur. Yakni membuat jalan -jalan koneksitas guna memperlancar arus lalulintas.
Tetapi ketika dikejar awak media berapa luas lahan yang akan dibebaskan tahun ini, Bupati Badung Adi Arnawa sedikit gelagapan. “Angkanya saya tidak hapal. Biar saya tidak salah. Yang jelas banyak. Seperti untuk membangun jalan dari Wanagiri tembus ke Kampus Udayana Jimbaran, jalan dari Berawa-Kaayutulang Canggu dan lainnya,” katanya.
Menurut Arnawa pihaknya sangat mengapresiasi teman-teman DPRD Badung yang betul-betul memprioritaskan alokasi anggaran untuk infrastruktur. Yakni satu visi dengan eksekutif untuk menyelamatkan ekonomi pariwisata. Program itu akan berdampak pada ekonomi. Diharapkan TA 2027 pendapatan meningkat sehingga lebih banyak bisa dibuat program pro rakyat.
Ketua DPRD Badung Anom Gumanti menjelaskan, 59,8p perse APBD Perubahan untuk pembangunan insfrastruktur. Pihaknya menyebutkan karena amanat peraturan perundang-undangan, maka ranperda APBD Perubahan TA 2026 diputuskan dengan cepat. September 2p26 harus jadi Perda setelah diverifikasi oleh gubernur Bali.
“Tidak boleh lewat dari Minggu kedua Agustus ini. Aturannya seperti itu. Sudah terkoneksi dengan Kemendagri. KUA-PPAS tidak mungkin dilakukan perubahan,” paparnya.
Pewarta: Made Astra
Redaktur: Laurensius Molan







