Badung, LenteraEsai.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung Dr Drs I Putu Parwata MK MM membuka seminar nasional bertajuk ‘Peran Generasi Muda dalam Membangun Peradaban Bangsa Berkarakter Pancasila dan Peran Pancasila dalam Organisasi Politik menuju Suksesi 2024’.
Seminar yang dibuka dengan memukul gong sebanyak tujuh kali, bertempat di Aula Universitas Dhyana Pura (Undira) Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Rabu (31/5/2003) itu, digelar dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Juni.
Setelah memukul gong, Putu Parwata langsung menjadi keynote speaker (pembicara kunci) dalam seminar tersebut. Ia tampil penuh percaya diri, berdiri di hadapan para mahasiwa dan seluruh civitas akademika Undira Dalung. Dia mengaku memilih berdiri di aula yang cukup luas itu, supaya dilihat jelas oleh seluruh peserta seminar.
Politisi PDI Perjuangan asal Desa Dalung tersebut tampil dengan membakar semangat para mahasiswa dengan materi Ideologi Pancasila, Nasionalisme, Kebangsaan dan Demokrasi. “Pancasila dengan lima silanya, yang membentuk karakter bangsa Indonesia. Kita sangat bersyukur dan bangga memiliki ideologi Pancasila yang mempersatukan, merekatkan kita dari berbagai suku, etnis, agama dan ras dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujarnya, bersemangat.
Parwata mengatakan, nilai-nilai Pancasila yang adiluhung harus tercermin dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Termasuk dalam perpolitikan Indonesia.
“Kalau ada seseorang atau kelompok tertentu tidak suka dengan figur pimpinan tertentu, tidak suka terhadap program dan kebijakan dari pimpinan itu, jangan menghujat atau bahkan memakai cara-cara kekerasan. Itu bukan karakter bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila,” katanya.
Tidak suka kepada seorang pemimpin, lanjut dia, harus disampaikan melalui saluran yang ada, seperti lewat wakil-wakil rakyat yang duduk di DPR-RI, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota dan saluran yang lainnya.
“Mahasiswa harus semangat dan kuat dalam berjuang, menjaga Pancasila dan NKRI. Contoh kecil, jangan sampai tidak hapal teks Pancasila. Kalian para mahasiwa hendaknya banyak membaca dan berdiskusi di kampus, tentang Ideologi Pancasila,” kata Parwata memotivasi.
Ketua DPRD Badung itu pun sempat mengetes mahasiswa untuk menyanyikan lagu ‘Garuda Pancasila’. Seorang mahasiswi tampil ke depan menyanyikan lagu ‘Garuda Pancasila’ dengan lancar disertai matnya. Diikuti mahasiswa lainnya. Melihat itu, Parwata langsung menyodorkan uang tunai Rp100 ribuan sebagai hadiah, disusul hadian yang lain dari Rektor Undira.
Bukan hanya itu, pria yang sudah 15 tahun menjabat di DPRD Badung itu minta para mahasiswa Undira Dalung menyiapkan diri menerima tongkat estapet. Yakni menjadi pemimpin melalui jalur politik dan juga mengisi posisi di pemerintahan ke depannya. Karena setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama jadi pemimpin dan duduk di pemerintahan.
Maka dari itu, kata dia, jangan sia-siakan masa muda, belajar dengan baik. Gembleng diri agar menjadi SDM yang unggul dan smart. “Silahkan kalian yang berminat di politik masuk organisasi politik. Kalian juga harus berpartisifasi dalam Pemilu 2024 mendatang, sebagai pemegang keadaulatan rakyat. Kalianlah yang menentukan pemimpin Indonesia ke depan,” ujarnya, mengingatkan.
Rektor Undira Dr I Gusti Bagus Rai Utama dalam kata pembukaannya mengatakan, sejumlah faktor yang menentukan kemajuan Indonesia ke depan, yakni pemimpin, kaum intelektual, orang kaya, ahli agama (rohaniawan) dan rakyat.
Rektor mengungkapkan, sedianya seminar nasional ini dilaksanakan pas tanggal 1 Juni. Tetapi karena ada seorang dosen Undira meninggal dunia dan dikremasi pada 1 Juni, pelaksanaan seminat jadi dimajukan pada hari ini, ucapnya. (LE/Ima)







