Denpasar, LenteraEsai.id – Tak banyak orang melirik usaha towing atau derek sebagai pilihan hidup. Namun bagi I.B. Adhi Sari Putra, yang akrab disapa Gus Adi, bisnis yang identik dengan situasi darurat ini justru menjadi peluang besar yang mengubah hidupnya.
Berawal dari rutinitas sebagai karyawan dengan jam kerja “9 to 5”, Gus Adi kini sukses mengembangkan usaha 5.30 Towing Derek Bali dengan belasan armada yang melayani berbagai wilayah, mulai dari dalam daerah hingga luar pulau.
Perjalanan itu dimulai pada 2018. Saat masih aktif bekerja di kantor, ia mencoba membangun usaha sampingan yang berangkat dari hobinya di dunia otomotif, khususnya jual beli mobil.
“Dulu saya memang senang jual beli mobil. Sambil kerja, saya pajang mobil di depan kantor dengan tulisan ‘dijual’. Ternyata banyak pembeli dari luar pulau, jadi sering menggunakan jasa towing untuk pengiriman,” ujarnya ketika ditemui media pada Rabu (8/4/2026).
Dari pengalaman tersebut, Gus Adi mulai melihat peluang di bisnis jasa derek yang saat itu belum banyak digarap. Ketika usaha jual beli mobilnya sempat menurun, ia tak menyerah. Dengan satu armada towing rakitan sendiri, ia mulai merintis usaha baru di sektor tersebut.
Langkah awalnya tidak mudah. Pesanan masih terbatas dan hanya mengandalkan relasi pertemanan. Namun, perlahan permintaan mulai meningkat, terutama untuk pengiriman kendaraan antarpulau dan evakuasi kendaraan bermasalah di jalan.
“Awalnya dari teman ke teman. Tapi kami sadar tidak bisa hanya mengandalkan itu, akhirnya kami memaksimalkan media sosial dan website untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Usaha yang dimulai dari satu armada kini berkembang pesat. Hingga 2026, 5.30 Towing Derek Bali telah memiliki 17 unit armada yang melayani berbagai kebutuhan.
Untuk operasional harian di Bali, empat armada aktif melayani evakuasi kendaraan mogok, kecelakaan, hingga pengantaran ke bengkel, dengan target minimal dua pekerjaan per hari. Sementara itu, armada luar pulau melayani rute seperti Bali–Jakarta hingga wilayah yang lebih jauh seperti Sumatera dan Papua, dengan kombinasi jalur darat dan laut.
Layanan yang ditawarkan pun semakin beragam. Tidak hanya kendaraan roda dua dan roda empat, tetapi juga alat berat hingga mesin industri seperti genset. Bahkan, dalam momen tertentu seperti pangerupukan menjelang Nyepi, armada Gus Adi turut digunakan untuk mengangkut ogoh-ogoh sebagai bentuk kolaborasi dengan masyarakat.
Menariknya, masa pandemi COVID-19 justru menjadi titik pertumbuhan usahanya. Saat banyak sektor mengalami penurunan, kebutuhan pengiriman kendaraan justru meningkat. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dan menambah armada.
Di sisi lain, Gus Adi juga memanfaatkan layanan perbankan digital untuk mendukung operasional bisnisnya. Ia menggunakan aplikasi perbankan untuk mengelola transaksi harian, menerima pembayaran, hingga memantau arus kas secara real-time.
“Sekarang semua serba cepat. Pembayaran dari pelanggan banyak yang lewat transfer, jadi kami bisa langsung cek tanpa harus ke bank,” ujarnya.
Selain itu, ia juga memanfaatkan akses permodalan melalui program kredit usaha untuk memperkuat bisnisnya, terutama dalam penambahan armada.
Kini, pasar yang digarap tidak hanya pelanggan individu, tetapi juga menjangkau kerja sama dengan dealer mobil, showroom, hingga instansi perkantoran. Salah satu peluang datang dari kebutuhan mutasi karyawan yang memerlukan pengiriman kendaraan antar daerah.
Meski usahanya terus berkembang, Gus Adi tetap menjunjung tinggi profesionalisme. Ia menekankan pentingnya legalitas dalam setiap layanan, terutama terkait pemindahan kendaraan.
“Kalau ada permintaan yang tidak jelas, kami tidak ambil. Ini soal tanggung jawab dan kepercayaan,” tegasnya.
Bagi Gus Adi, usaha towing bukan sekadar menarik kendaraan, melainkan bisnis yang bertumpu pada kecepatan, kepercayaan, dan pelayanan.
Perjalanan dari seorang karyawan menjadi pengusaha sukses ini menjadi bukti bahwa peluang bisa datang dari hal sederhana—bahkan dari sesuatu yang sering dianggap sepele. Dengan keberanian mencoba dan konsistensi membangun jaringan, ia berhasil mengubah usaha sampingan menjadi bisnis utama yang terus melaju. (LE-003)







