Buleleng, LenteraEsai.id – Di usia ke-422, Singaraja tak sekadar merayakan hari jadi. Pemerintah Kabupaten Buleleng memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan kembali jati diri kota yang tumbuh dari keberagaman, gotong royong, dan keharmonisan yang kini diterjemahkan dalam prioritas pembangunan layanan dasar serta penguatan produk unggulan daerah.
Hal itu disampaikan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra usai rangkaian peringatan hari jadi kota di Taman Kota Singaraja, Senin (30/3).
Menurut Sutjidra, semangat perayaan tidak berhenti pada simbol. Pemerintah daerah mengarahkan program pada penguatan layanan kesehatan, pendidikan, kemandirian pangan, irigasi pertanian, serta penataan kawasan, termasuk infrastruktur penunjang pariwisata.
“Mari bersama-sama membangun Buleleng yang kita cintai. Jaga kedamaian dan kenyamanan agar daerah ini benar-benar menjadi tempat tinggal yang aman dan nyaman,” ujarnya.
Di sektor ekonomi lokal, Pemkab Buleleng mendorong penguatan produk unggulan melalui skema indikasi geografis. Salah satunya Kopi Robusta Lemukih yang telah memperoleh pengakuan. Pemerintah juga menyiapkan pengusulan Gula Aren Pedawa serta kopi dari kawasan Gunung Kutul wilayah Puncaksari.
“Saya yakin ini akan menambah nilai ekonomi sekaligus memperkuat pengakuan terhadap produk unggulan Buleleng,” kata Sutjidra.
Untuk prioritas tahun ini, Pemkab menyoroti revitalisasi layanan kesehatan di RSUD Kabupaten Buleleng. Kepadatan pasien dinilai memicu antrean panjang hingga ke luar gedung.
“Keluhan masyarakat paling banyak terkait antrean operasi dan keterbatasan ruang pelayanan. Tahun ini kami mulai revitalisasi secara bertahap, dengan prioritas pada layanan kegawatdaruratan dan tindakan medis,” ujarnya.
Selain rumah sakit, penataan Titik Nol Singaraja, kawasan Lovina, serta pengembangan Pelabuhan Tua Buleleng turut menjadi fokus, disertai perbaikan jalan untuk mendukung akses pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata.
“Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal jalan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pariwisata yang saling terkait,” tutup Sutjidra.
Usai kegiatan, Sutjidra meluncurkan program diskon pajak JOSS PATEN, menerima penyerahan sertifikat indikasi geografis dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia untuk Kopi Lemukih, serta menerima penghargaan Unit Kerja Pelayanan berpredikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB Republik Indonesia yang diberikan kepada UPTD Puskesmas Sawan I. (LE-VJ)







