Badung, LenteraEsai.id – Pameran perjalanan wisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) Ke-12 Tahun 2026 ini menyasar operator pariwisata dari 47 negara sebagai buyer untuk membeli paket wisata gastronomi Indonesia.
“Target kami untuk BBTF 2026 adalah menghadirkan 400 buyer dari 47 negara, sampai saat ini sudah 285 yang terdaftar, kami akan gunakan kesempatan ini untuk membangun dan menjaga Bali sebagai destinasi sekaligus gerbang destinasi Indonesia,” kata Ketua Panitia BBTF 2026 I Putu Winastra, di Badung, Bali, Senin.
Winastra menyampaikan tahun 2026 pameran perjalanan wisata ini mengambil tema Redefining Indonesia’s Gastronomic Journey: A Celebration of Taste, Cultures, and Sustainable Heritage.
Sebanyak 250 pelaku industri pariwisata Indonesia khususnya Bali akan menghadirkan paket-paket wisata gastronomi atau kuliner pada hari pameran berlangsung yaitu 28-30 Mei 2026 di Bali International Convention Centre, Nusa Dua.
“Ya, betul akan menawarkan wisata gastronomi, jadi beberapa hotel juga yang sebagai seller dia akan menampilkan live cooking di BBTF,” ucap Winastra.
Winastra yang juga Ketua ASITA Bali itu menyadari saat ini situasi global kurang stabil dengan munculnya konflik di Timur Tengah.
Operator pariwisata dari Timur Tengah sendiri tahun-tahun sebelumnya juga aktif sebagai buyer, sehingga tahun ini penyelenggara mencoba menggaet negara lain seperti Asia-Pasifik yaitu Australia dan Selandia Baru.
“Ketegangan geopolitik termasuk yang terjadi di kawasan Timur Tengah mulai mempengaruhi kepercayaan perjalanan, jalur penerbangan, hingga biaya operasional, sementara industri pariwisata adalah sektor yang paling cepat merasakan dampaknya, di situasi seperti ini sebuah destinasi diuji dan Bali memahami peran tersebut,” kata dia.
Untuk itu dalam mempertahankan pariwisata Bali dan Indonesia, wisata gastronomi dipilih sebagai cara paling kuat untuk menceritakan Indonesia melalui rasa, budaya, dan identitas.
“Harapan kami untuk BBTF 2026 sederhana namun penting yaitu memastikan Indonesia tetap dipercaya, tetap relevan, dan tetap kompetitif di mata dunia,” ucap Winastra.
Selain operator pariwisata dalam negeri maupun luar negeri yang dapat mendaftarkan diri, pihak kedutaan di berbagai negara juga membawa buyer.
Winastra menyebut setidaknya sampai hari ini KBRI dan KJRI sudah mendaftarkan 27 buyer yang terdiri dari KBRI Yangon dengan empat buyer, KBRI Karachi tiga buyer , KJRI Ho Chi Min City delapan buyer, KBRI Wina Satu buyer, KBRI Manila Satu buyer, dan KBRI Narobi 10 buyer.
Atas terselenggaranya pameran ini, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan pemerintah siap mendukung 100 persen dalam hal promosi.
Selain itu, pihaknya saat ini juga berupaya mendatangkan buyer melalui perjalanan keluarga.
Pemilihan gastronomi sebagai produk utama yang akan dipromosikan para seller juga dinilai tepat, mengingat pengeluaran terbesar wisatawan ada pada kuliner.
“Pengeluaran wisatawan itu salah satu yang terbesar di sektor kuliner atau makanan dan minuman, dan Indonesia khususnya Bali punya kekayaan gastronomi yang luar biasa, kami ingin wisatawan yang datang ke BBTF nanti, para buyer ini melihat bahwa Indonesia siap dengan produk-produk pariwisata yang berkualitas,” tuturnya. (LE)
Source: ANTARA







