Gianyar, LenteraEsai.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar menggelar Pelatihan Petugas Pencacah dan Pengawas Sensus Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendataan sosial ekonomi masyarakat, Senin (12/1) di SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Gianyar.
Pelatihan dilaksanakan mulai 12 hingga 15 Januari 2026 yang diikuti oleh para petugas pencacah dan pengawas yang akan bertugas langsung di lapangan pada pelaksanaan sensus DTSEN di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar. Kegiatan pelatihan bertujuan untuk menyamakan persepsi, meningkatkan pemahaman teknis, serta memperkuat integritas dan profesionalisme petugas dalam mengumpulkan data yang akurat dan valid.
Kepala BPS Kabupaten Gianyar Maria Iin Maidiana mengungkapkan bahwa setiap kelas akan ada 1 sampai 2 tenaga pengajar yang akan mengajarkan metodologi, konsep, dan definisi dari setiap pertanyaan yang ada di kuesioner.
“Kita juga akan mengajarkan cara penggunaan aplikasi Fasih untuk pendataan di lapangan. Jadi mereka saat pendataan di lapangan menggunakan aplikasi yang berbasis Android untuk mendata setiap bangunan, setiap rumah, dan juga keluarga yang ada di Kabupaten Gianyar,” tutur Iin Maidiana.
Dilanjutkannya, pendataan kali ini setidaknya ada 104 pertanyaan, tentang keluarga seperti nama, NIK, Nomor KK dan sebagainya untuk pemadanan data. “Kita ada 39 variabel data untuk DTSEN dan variabel lainnya yang ada di Pemerintahan Kabupaten Gianyar seperti asset, perumahan, usaha yang dimiliki, termasuk retribusi sampah, pertanian dan yang lainnya,” ungkapnya.
Iin Maidiana menjelaskan bahwa dengan dilaksanakannya sensus DTSEN akan menghasilkan output data by name by address secara detail semua keluarga di Kabupaten Gianyar. Data tersebut nantinya digunakan oleh Pemkab Gianyar maupun Pemerintah Pusat untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial sehingga bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah tepat sasaran.
“Dengan data yang benar dan tepat, tidak ada lagi bantuan yang diberikan kepada orang yang tidak tepat. Tidak ada lagi istilah yang mendapat bantuan hanya orang itu-itu saja, sehingga bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan data yang dihasilkan sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.
Sensus DTSEN akan dilaksanakan di Kabupaten Gianyar mulai 19 Januari 2026 hingga 20 Februari 2026 di mana seluruh petugas pencacah berjumlah sebanyak 710 orang dan 122 petugas pengawas akan menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar. (LE-VJ)







