Denpasar, LenteraEsai.id – Universitas Udayana melaksanakan Workshop Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Ruang Pertemuan dr AA Made Djelantik Kampus Fakultas Kedokteran Unud di Denpasar, pada Kamis (4/8).
Workshop MBKM menghadirkan Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Dirjen Dikti Ristek) Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU Asean Eng sebagai narasumber. Turut hadir Rektor Universitas Udayana, para Wakil Rektor, Ketua Lembaga, Kepala BKM, Dekan dan para Wakil Dekan, Koordinator MBKM Unud, dan jajaran pimpinan lainnya.
Rektor Universitas Udayana Prof I Nyoman Gde Antara mengatakan, workshop ini dilaksanakan untuk menyelaraskan pemahaman di internal Universitas Udayana dalam rangka menyukseskan program MBKM. Rektor mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas arahan yang diberikan Mendikbudristek melalui Dirjen Dikti dalam implementasi program MBKM di Universitas Udayana.
“Kami berterima kasih kepada Mas Menteri melalui Bapak Dirjen Dikti, karena kebaharuan program MBKM terus dilakukan secara berkelanjutan. Itu yang sangat berkesan bagi kami yang mana program tersebut sangat relevan. Kami harus melaksanakan program MBKM, dengan harapan agar manfaatnya bisa diambil oleh seluruh mahasiswa Unud,” ungkap Rektor Unud
Rektor menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan, seperti mensinergikan bidang kemahasiswaan dan bidang akademik, menunjuk koordinator MBKM di universitas, mendorong seluruh unit untuk mendukung program MBKM, mengintegrasikan program MBKM yang terpusat di kementerian dengan program MBKM mandiri agar capaian dapat direkognisi. Selain itu, Universitas Udayana telah menyusun buku panduan yang menjadi panduan untuk semua unit kerja di lingkungan Unud dalam melaksanakan program MBKM.
“Kami telah berhasil membuat buku panduan agar program MBKM di Unud bisa berjalan konsisten yang dipandu oleh buku panduan. Ini bisa digunakan oleh semua unit, dosen, mahasiswa, dan pegawai. Buku panduan sudah dibuat LP3M yang referensinya dari kementerian,” tambah Rektor.
Plt Dirjen Dikti Ristek Prof Nizam menjelaskan, program MBKM mendorong agar lulusan perguruan tinggi mampu menjadi sumber daya yang produktif, mandiri, berkarakter, dan mengembangkan potensinya secara optimal. Prof Nizam menambahkan, program MBKM yang digagas Kemendikbudristek merupakan program nasional yang dapat diikuti mahasiswa dari manapun.
Melalui program MBKM, Kementerian pada tahun ini mendanai 60.000 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke. Menurut Prof Nizam, Universitas Udayana dapat memanfaatkan bentuk pendanaan dari pemerintah dalam melaksanakan program MBKM. Pendanaan tersebut antara lain pendanaan Indikator Kinerja Utama (IKU), pendanaan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), dan Matching Fund Kedaireka.
“Selain itu, yang sangat kita dorong adalah kolaborasi Unud dengan mitra-mitranya. Di Bali ini sangat potensial mitra-mitranya dari industri pariwisata, ekonomi kreatif, dan berbagai macam sektor yang sangat potensial untuk dikerjasamakan. Dinas di pemerintah daerah, semua dinas pasti punya agenda pembangunan. Kalau disinergikan dengan pembelajaran di Unud, maka itu akan sangat baik,” ujar Prof Nizam. (LE-DP)







