Denpasar, LenteraEsai.id – Wakil Gubernur Bali Prof Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati memberi apresiasi sekaligus menyambut hangat dipilihnya Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Indonesia International Marathon yang akan diselenggarakan pada Minggu (26/6) esok.
Kegiatan itu akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan perekonomian, karena panitia penyelenggara melibatkan pelaku IKM/UMKM dalam penggunaan sejumlah atribut dan souvenir yang akan diberikan kepada peserta, kata Wagub yang akrab disapa Cok Ace di hadapan sejumlah awak media massa saat jumpa pers di Hotel Grand Bali Beach Sanur Denpasar, Jumat (24/6).
Ditambahkan Cok Ace, terpilihnya Bali dalam event ini tentu saja akan memberikan angin segar bagi bangkitnya pariwisata Bali setelah sempat tiarap selama tiga tahun.
“Nama Bali menjadi magnet untuk menarik peserta nasional maupun internasional untuk mengikuti event Indonesia International Marathon ini. Secara tidak langsung memberikan manfaat bagi Bali, bahkan, IKM/UMKM Bali juga ikut dibantu dengan adanya kegiatan ini. Dampak positif dan promosi luar biasa bagi Bali. Terselenggaranya lomba yang diikuti oleh 3.500 peserta baik nasional maupun internasional (15 negara lain, red) kami harapkan dunia melihat Bali aman dikunjungi pascapandemi Covid-19,” ujar Cok Ace.
Hal senada juga disampaikan oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen Harfendi bahwa Kodam IX/ Udayana bersama Polda Bali mengerahkan anggotanya sebanyak empat (4) kompi untuk mengamankan Indonesia Internasional Maraton, termasuk 500 anggota yang akan ikut berlari dalam lomba maraton. “Bali saat ini sudah mulai didatangi wisatawan. Melalui event ini kami harapkan mampu menarik lebih banyak lagi wisatawan. Peserta diharapkan turut menjaga ketertiban saat event ini,” ungkap Brigjen Harfendi.
Sekjen KONI Pusat Tubagus Ade Lukman juga menyampaikan bahwa Indonesia International Marathon menjadi momentum kebangkitan olahraga di Indonesia yang vakum cukup lama akibat pandemi Covid-19. “Indonesia International Marathon juga akan ada pemecahan rekor nasional. Mari kita jadikan even ini momentum bagi kebangkitan pariwisata dan olahraga di Indonesia,” ujarnya.
Untuk diketahui, Indonesia International Marathon akan menjadi agenda tahunan dan diharapkan dapat dilaksanakan di berbagai daerah atau tujuan wisata utama, selain menjadi ajang kompetisi bagi atlet nasional, sehingga mampu menggairahkan kembali perekonomian dan dunia pariwisata di Indonesia.
Indonesia International Marathon yang mengambil titik start dan finish di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali ini, menggunakan trek jalan raya yang akan melewati beberapa landmark terkenal dan titik wisata paling populer di Bali.
Selain trek yang menerapkan standar yang ditetapkan World Athletics-AIMS, kondisi geografis dan iklim yang menguntungkan di bulan Juni juga dianggap akan memberikan kesempatan kepada pelari untuk menorehkan prestasi terbaiknya. Selain itu juga diharapkan mampu menyuguhkan pengalaman baru bagi peserta lari, termasuk peserta dari mancanegara yang ikut berkompetisi di berbagai kategori mulai dari 5K, 10K, Half Marathon hingga Marathon, katanya. (LE-DP1)







