Badung, LenteraEsai.id – Statistik angka kriminalitas menjelang Idul Fitri dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Hal ini menjadi perhatian kepolisian untuk melakukan langkah-langkah preventif maupun preentif.
Demikian halnya Polsek Benoa kini tengah melakukan langkah langkah untuk menekan gangguan kamtibmas maupun kriminalitas lainnya melalui giat pemeriksaan terhadap seluruh kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Benoa, Denpasar.
Setiap kendaraan, orang dan barang yang lewat pintu masuk Pelabuhan Benoa, akan diperiksa oleh petugas yang disiagakan, kata Iptu Nyoman Sumerta, Perwira Pengawas (Pawas) Polsek Benoa ketika ditemui di lapangan, Jumat (22/4).
Pawas Polsek Benoa malam itu tampak memimpin kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di depan pintu masuk Pelabuhan Benoa.
“Kegiatan KRYD sebenarnya kami lakukan dua kali sehari, namun menjelang hari raya kami optimalkan dengan melakukan tindakan preventif melalui razia terhadap setiap kendaraan yang masuk ke pelabuhan, termasuk pemeriksaan terhadap orang dan barang yang ada dalam kendaraan,” ujar Iptu Nyoman Sumerta.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Benoa Kompol I Nyoman Wiranata SH mengungkapkan bahwa pihaknya menjelang Hari Raya Idul Fitri kali ini terus melakukan pengetatan pemeriksaan terhadap semua orang, barang maupun kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Benoa.
Semua itu dilakukan petugas sehubungan adanya indikasi kenaikan angka kriminalitas di sejumlah wilayah, sehingga membuat jajaran Polsek Benoa harus lebih waspada dalam menjaga kondusifitas di wilayah pelabuhan.
“Benoa merupakan wilayah objek vital nasional yang harus kita jaga keamanan dan kondusifitasnya. Kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, gaungnya akan sangat besar karena adanya kepentingan publik yang besar di tempat ini, seperti LNG dan objek vital lainnya,” kata Kompol Wiranata.
Kapolsek berharap situasi kamtibmas di wilayah Polssek Benoa tetap kondusif, tentu jajaranya akan melakukan langkah-langkah deteksi dini maupun melakukan kegiatan razia secara rutin pada waktu dan tempat yang dipilih secara random, sehingga adanya orang-orang yang ingin berbuat onar atau mengganggu kamtibmas, dapat dicegah bahkan ditindak tegas. (LE-BD)







