Denpasar, LenteraEsai.id – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara tampil sebagai pembicara dan berbagi pengalaman dalam memimpin birokrasi di masa pandemi Covid-19 saat ini, di hadapan peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Jabatan Pemimpin Tinggi (JPT) Pratama dan Camat di jajaran Pemkot Salatiga, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan yang digelar di Sabur, Rabu (9/3), Wali Kota Jaya Negara dalam paparannya memeberikan apresiasi atas dipilihnya Kota Denpasar sebagai lokasi studi banding. Pelaksanaan sharing session ini menjadi kehormatan bagi Pemkot Denpasar sebagai ajang saling berbagi pengalaman dan informasi, sehingga momentum ini bisa menjadi embrio terbangungnya koneksivitas antara Kota Denpasar dan Salatiga.
“Kita tentu sangat sepakat bahwa terwujudnya good governance menjadi harapan besar dalam mengelola birokrasi dengan berbagai dinamika tuntutan layanan masyarakat,” ungkapnya.
Jaya Negara menjelaskan perkembangan global di era revolusi industri dengan derasnya arus transformasi teknologi saat ini, memaksa mesin birokrasi untuk adaptif, juga menjadi tantangan cukup menarik dalam mengakselerasi tata kelola pemerintahan. Terlebih lagi dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19 hingga saat ini yang berdampak luas ke seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat.
“Kondisi ini saya kira mengharuskan birokrasi untuk terus meng-upgrade kualitas kompetensinya sehingga selalu siap menjawab tuntutan layanan masyarakat. Adaptasi dapat dilakukan dengan memberikan pengembangan kompetensi sehingga terbangun inovasi baru dalam menterjemahkan tuntutan layanan masyarakat.” ujar Jaya Negara.
Bali khususnya Kota Denpasar menjadi daerah yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi. Hal ini lantaran ekonomi bertumpu pada sektor utama di bidang pariwisata. Namun demikian, dimasa pandemi Covid-19 ini, adaptif dan kolaboratif menjadi semangat untuk memotivasi kinerja jajaran birokrasi.
“Di Kota Denpasar seluruh aparatur didorong untuk ‘Meretas Batas’ dalam bekerja di situasi saat ini. Tidak ada batasan ruang dan waktu untuk berkinerja mengakselerasi tuntutan layanan masyarakat. Dengan kinerja kolaboratif, saya dorong perangkat daerah untuk menggali potensi-potensi ekonomi non pariwisata,” ujarnya.
Jaya Negara mengharapkan kegiatan ini secara teknis dapat berkelanjutan untuk mendukung pertukaran inovasi dan strategi dalam memimpin kota di masa pandemi saat ini. “Tentu muaranya adalah kemajuan daerah dalam wujudkan kesejahteraan rakyat.” imbuhnya.
Wali Kota Salatiga, Yulianto SE MM mengatakan, pelaksanaan pelatihan ini bertujuan guna mengembangkan kompetensi PNS khususnya JPT Pratama dan Camat di Kota Salatiga. Sehingga nantinya secara berkelanjutan dapat meningkatkan keahlian PNS di berbagai bidang dalam mendukung optimalisasi tugas pokok dan fungsi. Seperti halnya meningkatkan kompetensi manajerial, wawasan, kerja sama, sikap mental PNS khususnya level JPT Pratama dan Camat.
“Muara dari kegiatan ini adlah meningkatkan IP ASN Pemerintah Kota Salatiga, serta saling tukar inovasi antara Pemkot Denpasar dan Pemkot Salatiga guna mendukung kemajuan kedua daerah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ucapnya.
Dalam kegiatan ini turut hadir Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris, Sekda Kota Salatiga Wuri Pujiastuti serta para kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkot Salatiga. Tampak hadit pula Sekda Kota Denpasar IB Alit Wiradana dan juga melakukan kegiatan bertukar cenderamata dan sesi foto bersama. (LE-DP)







