Pj Lihadnyana Tanggapi Batalnya Pementasan Sekaha Gong Legendaris Saat Penutupan HUT Kota Singaraja

Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana saat ditemui usai Sidang Paripurna di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Buleleng, Senin (1/4). (Foto: Pemkab Buleleng)

Buleleng, LenteraEsai.id – Seusai mengikuti sidang paripurna di Gedung Dewan, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengadakan klarifikasi terkait adanya kekecewaan sekaha gong lengendaris yang batal manggung pada kesempatan kedua menampilkan tarian di acara penutupan HUT ke-420 Kota Singaraja di Lapangan Bhuana Patra.

Di hadapan para awak media, bertempat di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Buleleng, Senin (1/4/2024), Pj Bupati Lihadnyana menyampaikan klarifikasi atas viralnya video kekecewaan salah satu penari dan sekaha gong legendaris yang batal menampilkan tarian di acara HUT Kota Singaraja kemarin.

Bacaan Lainnya

Lihadnyana menyebutkan, awalnya sudah melakukan pertemuan langsung, dan saat itu juga bersama kelian sekaha gong melakukan klarifikasi, sudah diterima dengan baik. Dikatakan, bahkan keesokan harinya juga sudah melakukan upacara guru piduka, serta permohonan maaf disampaikan kepada sekaha gong di Banjar Paketan dan Jagaraga.

“Intinya Pemkab Buleleng tidak hanya hari ini bahkan dari tahun lalu selalu memberikan prioritas terhadap pelaku seni, adat dan musisi serta selalu memberikan ruang untuk tampil,” ucapnya.

Ke depan pihaknya akan terus melakukan evaluasi bahwasannya kesenian tradisional tidak bisa dipadukan dengan kesenian modern dan harus dikhususkan. “Ini mengingatkan kita bahwa hidup akan terus berproses dan selalu akan ada evaluasi untuk arah yang lebih baik,” katanya.

Lihadnyana kembali menjelaskan bahwa kesenian gong legendaris ini tidak dibatalkan, sebelumnya sudah tampil namun hanya diselangi oleh band dan penampilan fashion show. Untuk itu, akan dievaluasi kembali karena gong legendaris ini memiliki taksu tersendiri dan tidak bisa diselingi dengan kesenian modern.

Menyikapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan kembali memberikan ruang tampil kepada pelaku seni khususnya yang akan tampil di acara Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang untuk unjuk gigi di hadapan masyarakat Buleleng yang rencananya akan diselenggarakan di Taman Bung Karno.

“Pra PKB kita akan pentaskan dulu di sini. Itu artinya komitmen pemerintah tidak akan pernah surut untuk memberikan ruang dan prioritas terhadap pelaku seni, dan kita harus bangga bahwa Buleleng sangat banyak memiliki maestro seni. Mungkin pengaturannya akan kita evaluasi kembali,” ujarnya, menjelaskan.

Pewarta: Vika Jantika
Redaktur: Laurensius Molan

Pos terkait