DenpasarHeadlines

Polda Bali: Jelang Pemilu, Sejumlah pihak Berusaha Menyebar Hoax

Denpasar, LenteraEsai.id – Sebagai penjaga keamanan dalam negeri, Polri yang bersinergi dengan jajaran TNI akan berada di garda terdepan untuk mengamankan seluruh kegiatan tahapan Pemilu 2024, yang hari mencoblosannya tinggal 92 hari lagi, tepatnya 14 Pebruari 2024.

Polri khususnya Polda Bali juga memastikan akan bersikap netral dalam menghadapi setiap tahapan bagi penyelenggaraan Pemilu 2024 tersebut, kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan SIK MH kepada pers di Denpasar, Senin (13/11/2023).

Ia menyebutkan, netralitas Polri diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pada Pasal 28 ayat (1) dalam Undang-Undang tersebut menyatakan Polri harus bersikap netral dalam kehidupan politik. Anggota Polri juga tidak boleh terlibat dalam kegiatan politik praktis.

Selain itu, sikap netral Polri dalam kehidupan berpolitik khususnya Pemilu juga diatur secara rinci dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022, ujar Kabid Humas, menjelaskan.

Dikatakan bahwa pihaknya memaklumi bahwa dalam setiap tahapan Pemilu ada gesekan-gesekan antarpihak yang berkontestasi, sehingga berdampak pada beredarnya isu-isu negatif di tengah masyarakat. Bahkan, sejumlah pihak memanfaatkan momen beberapa peristiwa untuk menyebarkan hoax sehingga membuat kondusivitas kamtibmas dan kepercayaan masyarakat kepada Polri menjadi terganggu.

Melihat itu, Kabid Humas berharap masyarakat tidak mudah percaya begitu mendapatkan informasi yang tersebar di masyarakat, melainkan terlebih dahulu harus mampu mengkaji kebenarannya. Ia juga menegaskan bahwa loyalitas Polri khususnya Polda Bali kepada masyarakat dan negara, bersifat tegak lurus sesuai amanat Undang-undang.

“Netralitas Polri dalam Pemilu, yang meliputi Pilkada, Pileg dan Pilpres adalah harga mati,” ujar perwira Polri dengan tiga melati di pundaknya itu, menegaskan.

Pewarta: Pande Aubade
Redaktur: Laurensius Molan

Lenteraesai.id