judul gambar
HeadlinesLentera Jatim

BPBD: Letak Geografis Indonesia di ‘Ring of Fire’, Miliki Potensi Bencana yang Cukup Besar

Kediri, LenteraEsai.id – Wilayah Jawa Timur (Jatim) dan kepulauan lain di Indonesia yang letak geografisnya berada di ‘Ring of Fire’, memiliki potensi bencana yang sangat besar.

“Bahkan khusus untuk Jawa Timur, terhadap 14 potensi ancaman bencana,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Subroto, serangkaian kegiatan road show Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) tahun 2023, di SMAN 5 Taruna Brawijaya Kota Kediri, Jatim, Selasa (25/10/2023).

Pelaksanaan SPAB 2023 ini merupakan kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur.

Road show SPAB ke sepuluh kota/kabupaten di Jatim ini dimulai di SMAN 5 Taruna Brawijaya Kota Kediri yang diselenggarakan pada Selasa-Rabu, 25-26 Juli 2023. Kemudian di SMAN 1 Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, MA Muhammadiyah Kabupaten Lamongan, dan Ponpes Arrohmah Putra di Kabupaten Malang.

Selanjutnya di SMAN 1 Kesamben, Kabupaten Blitar, SMAN 1 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, SMAN 1 Kota Probolinggo, SMAN 1 Puncu Kabupaten Kediri, SMKN 1 Lengkong, Kabupaten Nganjuk, dan SMK Negeri Kare, Kabupaten Madiun.

Sekitar 100 peserta terdiri dari siswa, guru, tenaga administrasi, komite sekolah, dan satpam, ikut dalam SPAB di sekolah yang berada di Jalan Selomangleng No 2, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu.

Mereka mengikuti kegiatan selama dua hari. Yakni dalam pembuatan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) partisipatif sekolah, rencana aksi pengurangan risiko bencana sekolah, SOP evakuasi dan peta jalur evakuasi, serta pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah (TSBS).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim Gatot Subroto mengungkapkan, potensi bencana di Indonesia cukup besar. Salah satunya karena letak geografis Indonesia berada di Ring of Fire. Bahkan di Jawa Timur ada 14 potensi ancaman bencana.

“Yang terbaru adalah adanya likuifaksi di pesisir Pantai Selatan Banyuwangi, Lumajang, dan Jember,” ujar Gatot saat membuka kegiatan tersebut.

Sedangkan Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Eko Agus Suwandi mengungkapkan, sekolah yang luasnya 6 hektare memiliki beberapa potensi bencana. Di antaranya gempa bumi dan tanah longsor.

“Di sebelah timur lebih kurang 3 km terdapat sesar Brantas yang memanjang di batas lempeng Eurasia dan Indo-Australia sampai Jombang. Hal ini menjadikan satuan pendidikan (sekolah) tidak stabil terkait potensi bencana gempa bumi,” ujarnya, menjelaskan.

Selain itu, ancaman lainnya berupa tanah gerak (soil creep) yang ditandai dengan adanya bangunan retak. Kemudian tanah longsor (soil sleeding) secara cepat dalam area yang cukup luas. Vulkanisme Gunung Kelud juga sangat memungkinkan karena jaraknya sekitar 35 km dari sekolah. Terutama dampak debu vulkanisnya, kata Eko Agus.

Acara ini juga dihadiri Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Mohammad Chisjqiel, Kalaksa BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh, dan staf Dinas Pendidikan Kota Kediri Jumadi. Sedangkan tiga fasilitator SRPB Jatim yang bertugas adalah Dian Harmuningsih, Yan Aditya Putra, dan Rizki Daniarto.  (LE-JT)

Lenteraesai.id