LPPM Unud Lakukan Evaluasi Atas 86 Mahasiswa yang Diterjunkan Dalam Kegiatan KKNT di 8 Desa di Bali

Denpasar, LenteraEsai.id – Sebanyak 86 mahasiswa telah diterjunkan sejak hampir enam bulan lalu untuk melaksanakan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Periode I Tahun 2022 di delapan desa di Bali.

Berkaitan dengan itu, kini Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Udayana (Unud) melakukan evaluasi akhir dengan menerjunkan 30 penguji pada 10 kelompok mahasiswa di delapan desa tersebut pada Rabu (11/1/2023).

Bacaan Lainnya

Adapun delapan desa mitra dimaksud adalah Desa Jehem, Kedisan, Buahan, Batur Tengah, Belumbang, Kerta, Pecatu dan Kelan. Pada masing-masing kelompok diuji oleh tiga orang penguji, yaitu: dua dosen penguji dan seorang kepala desa, serta didampingi tiga dosen pembimbing lapangan (DPL), yaitu DPL LPPM, DPL Program Studi dan DPL Desa (Mitra).

Terdapat 86 mahasiswa yang diuji yang berasal dari 10 program studi, meliputi Teknik Sipil, Teknologi Informasi, Arsitektur, Teknik Lingkungan, Hubungan Internasional, Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, Industri Perjalanan Wisata, dan Destinasi Pariwisata dari tiga fakultas, Fakultas Teknik, Fakultas Pariwisata dan FISIP. Kegiatan di luar kampus melalui MBKM Membangun Desa/KKNT bisa dikonversikan ke dalam 20 SKS mata kuliah konversi.

Penilaian kegiatan MBKM Membangun Desa dilakukan sangat komprehensif dengan tujuh poin penilaian yang dilakukan oleh Kepala Desa, DPL Desa, DPL LPPM, DPL Program Studi, dan Dosen Penguji. Adapun poin-poin yang dinilai adalah Ujian Pembekalan, Rencana Program dan Kerja, Pelaksanaan Program Kerja, Kemampuan Soft Skill, Laporan Akhir Program, Presentasi dan Ujian Akhir, dan Luaran dan Dampak.

Mahasiswa mengikuti tahapan ujian akhir MBKM Membangun Desa/KKNT Periode I tahun 2022 dengan sangat antusias. Secara umum rangkaian kegiatan MBKM Membangun Desa/KKNT Periode I tahun 2022 berlangsung dengan baik dan lancar, serta mendapatkan respon yang baik dari kepala desa dan masyarakat setempat. (LE-AS)

Pos terkait