DenpasarHeadlines

Libatkan 9 Lembaga/Komunitas, FKH Unud Wujudkan Implementasi ‘One Health’ Penanggulangan Rabies

Denpasar, LenteraEsai.id – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana bersama Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) dan Food and Agriculture Organization (FAO), melaksanakan percontohan implementasi konsep One Health dalam penanggulangan rabies di masyarakat pada Jumat (24/6), bertempat di Balai Sambangan Lingkungan Pasekuta Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan.

drh Kadek Karang dari FKH Unud yang merupakan ketua panitia pelaksanaan program ini menyampaikan bahwa kegiatan sejenis ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa. “Di kampus mereka sudah diajarkan teori, dan juga telah mengikuti program langsung seperti ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengenalkan dan mendemonstrasikan kepada mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan mengenai konsep One Health secara langsung di masyarakat dalam upaya menanggulangi penyakit zoonosis, dalam hal ini rabies.

“Konsep One Health yang dilaksanakan adalah melakukan komunikasi, koordinasi dan kerja sama antarinstitusi dalam penanggulangan rabies,” ungkap drh Karang, menjelaskan.

Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan Wali Kota Denpasar, Dinas Pertanian dan Pangan Denpasar, Kelurahan Sanur, Program Dharma, Yayasan Bali Animal Welfare Association, GoChip, serta masyarakat Kelurahan Sanur. Sehingga total FKH Unud telah bekerja sama dan berkolaborasi dengan 9 pihak, baik dari lembaga hingga komunitas masyarakat.

Menurutnya, kerja sama ini dapat terlaksana karena seluruh kolaborator sudah memahami bahwa permasalahan penyakit zoonosis sebagai permasalahan bersama yang tidak bisa dipisah-pisahkan, di mana penyakit pada manusia, hewan dan lingkungan menjadi satu kesatuan yang harus ditangani bersama.

“Masing-masing instansi profesional memberikan kemampuan terbaiknya pada kegiatan ini. Mahasiswa dari FKH Unud melakukan edukasi dan sosialisasi akan bahaya rabies, tatacara pertolongan pertama bila mengalami kasus gigitan hewan penular rabies, pentingnya merawat hewan kesayangan, pentingnya vaksinasi, serta menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.

Sebagai penutup, drh Karang menyatakan bahwa dengan mengikuti langsung, mahasiswa akan betul-betul paham konsep One Health yang memang bermanfaat dan membuat penanggulangan zoonosis menjadi lebih mudah.

Wali Kota Denpasar melalui Dinas Pertanian dan Pangan menerjunkan tim vaksinasi rabies untuk meningkatkan coverage vaksinasi. Program Dharma dan Kelurahan Sanur menerjunkan tim kader rabiesnya untuk mengajak masyarakat berpartisipasi, mendata serta mengedukasi masyarakat. Yayasan BAWA menurunkan tim steriliasinya untuk melakukan manajemen kontrol populasi HPR. Sementara Yayasan GoHip memberikan pelayanan pemasangan microchip pada HPR yang tersteril untuk memudahkan pendataan.

Pada kegiatan ini berhasil divaksinasi sebanyak 68 ekor HPR, dan 24 anjing tersteril yang terdiri atas 13 betina dan 11 jantan.  (LE-DP)

Sumber: www.unud.ac.id 

Lenteraesai.id