HeadlinesJakarta

Tiga Korban Meninggal Dunia Akibat Tertimpa Pohon Tumbang

Mojokerto, LenteraEsai.id – Tiga korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang pada peristiwa angin kencang yang terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Selain merenggut korban jiwa, beberapa pohon berukuran cukup raksasa yang tiba-tiba rebah itu juga melukai tiga warga lainnya, serta mengkoyak rumah tinggal dan warung milik penduduk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, bencana pohon tumbang yang terjadi pada Minggu (14/11) sore sekitar pukul 16.30 WIB itu, selain karena tiupan angin yang sangat kencang juga kondisi tanah tempat tumbuhnya pohon tergolong gembur.

Lokasi kejadian berada di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Tak hanya 3 korban meninggal dunnia dan 3 luka berat, bencana juga membuat 2 warga lainnya mengalami luka-luka ringan. Sedangkan kerusakan material yang tergolong parah, berupa sebuah warung milik penduduk, ujar petugas.

Pascakejadian, BPBD bersama dinas terkait dan masyarakat berhasil mengevakuasi korban luka-luka. Selanjutnya para korban dirawat di rumah sakit terdekat. Selain pertolongan dan penyelamatan, petugas di lapangan juga membersihkan pohon tumbang serta material bangunan yang berserakan hingga pukul 20.30 WIB.

Banjir di Banyuwangi

Sementara itu, bencana juga terjadi di wilayah Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Banyuwangi. Bencana banjir berlangsung pada Minggu (14/11) malam pukul 19.00 WIB, melanda dua desa di dua kecamatan, yaitu Desa Kandangan di Kecamatan Pesanggaran dan Desa Kedunggebang di Kecamatan Tegaldlimo.

Banjir tersebut berdampak pada 66 KK, sedangkan kerugian material, BPBD Kabupaten Banyuwangi menyebutkan sejumlah fasilitas terdampak, seperti 1 unit tempat ibadah, 1 unit pasar tradisional dan 1 unit fasilitas pendidikan. Di samping itu, BPBD juga memantau pondasi jembatan Sumber Adi – Sumber Jambe yang tergerus arus air.

BPBD Kabupaten Banyuwangi menginformasikan, banjir di pemukiman pada Senin (15/11) pagi telah berangsur surut, sedangkan debit air sungai masih tampak tinggi. Petugas sejak dini telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk siap siaga dan pendataan.

Menyikapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga. Warga diharapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bahaya, seperti angin kencang, selama musim penghujan ini.

Saat terjadi hujan yang disertai angin, hindari berlindung di bawah pohon, papan baliho maupun bangunan yang kurang kuat. Upayakan untuk mencari perlindungan di bawah bangunan dengan struktur yang kokoh.

Di samping itu, pihak BNPB juga meminta petugas daerah maupun warga untuk memotong ranting-ranting pohon baik di ruang publik maupun sekitar rumah yang berpotensi membuat pohon tiba-tiba tumbang. Pemotongan tersebut dapat mengurangi risiko saat pohon terkena angin kencang maupun beban air saat hujan lebat turun. (LE-MK)

Lenteraesai.id