HeadlinesKarangasem

Masih Trauma, Korban Tanah Longsor di Menanga Kini Tinggal di Rumah Pamannya

Karangasem, LenteraEsai.id – Bencana tanah longsor yang menerjang rumah di Banjar Dinas Pejeng, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem beberapa hari yang lalu, sepertinya masih meninggalkan trauma yang mendalam bagi keluarga korban I Putu Merta Nadi.

Bagaimana tidak, peristiwa naas tersebut mengakibatkan anak kandung dari Putu Merta Nadi yaitu I Komang Putra Adnyana (4) meninggal dunia, serta istrinya Ni Putu Eka Yanti mengalami patah tulang pada pergelangan kaki.

Sang istri yang patah pergelangan kaki, beserta bocah pria berusia empat tahun yang meninggal dunia di tempat kejadian itu dihantam bongkahan tembok rumah yang roboh diterjang material longsoran.

Diduga kuat masih trauma atas kejadian itu, keluarga Putu Merta Nadi kini terpaksa harus mengungsi ke rumah pamannya yang letaknya tidak jauh dari rumah tinggalnya yang rusak akibat diterjang bagian tebing yang longsor tersebut.

“Demi keselamatan kami sekeluarga, kini kami tinggal di rumah paman, dan beliau sudah mengizinkan untuk tinggal di sini,” kata Putu Merta Nadi saat disambangi oleh Team Eastribution di rumah paman korban di Banjar Dinas Pejeng, Minggu (8/8).

Putu Merta Nadi mengatakan bahwa peristiwa yang dialaminya tersebut mengundang simpati dari berbagai kalangan, baik dari beberapa pejabat, warga setempat hingga para relawan. Bahkan Bupati Karangasem I Gede Dana datang langsung untuk menengok saat keluarganya masih berada dalam perawatn di Puskesmas Menanga.

Warga setempat saat ini juga sedang bergotong-royong untuk membersihkan sisa-sisa longsoran pada rumah korban. Keluarga korban juga dijanjikan akan mendapat bantuan bedah rumah yang akan dibangun di tempat yang baru nantinya.

“Bahkan pengobatan istri saya yang mengalami patah tulang semuanya dibiayai oleh pemerintah,” kata Merta Nadi sembari menahan rasa haru.

Sementara itu, Team Eastribution yang merupakan komunitas yang bergerak di bidang kemanusian, datang menyambangi rumah korban untuk ikut menyemangati keluarga korban agar tabah dalam menghadapi musibah ini, sekaligus membawa bantuan untuk sedikit meringankan beban keluarga korban. 

Ketua Team Eastribution I Komang Suwada mengatakan, bantuan yang diberikan terhadap keluarga korban berupa paket sembako yang terdiri atas 20 kg beras, telur serta minyak goreng.

“Bantuan ini hanya sekedar dari kami, semoga dapat meringankan beban dari keluarga korban yang kini masih tinggal di tempat pengungsian di rumah paman mereka,” kata Komang Suwada, menuturkan.  (LE-Jun)

Lenteraesai.id