judul gambar
BadungHeadlines

Siap Terima Wisatawan, Pantai Melasti Terus Ditata Sebagai Tempat Pelancongan Internasional

Badung, LenteraEsai.id – Kabupaten Badung, Bali memiliki ikon pariwisata baru, yakni daerah tujuan wisata (DTW) Pantai Melasti di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan.

Objek wisata itu telah dibangun dan dikelola Desa Adat Ungasan dengan penataan tebing, pantai serta infrastruktur dan kelengkapan fasilitas lainnya.

“Pantai Melasti kami rancang sebagai tempat pelancongan bertaraf internasional,” kata Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa SE, belum lama ini.

Berdasarkan pengamatan pewarta LenteraEsai (LE) saat berkunjung ke Pantai Melasti Ungasan pada Selasa, 18 Mei 2021, terlihat upaya penataan masih terus dilakukan di beberapa sudut. Kendati demikian, sudah cukup banyak pengunjung yang datang.

Pengunjung yang bertandang mayoritas warga lokal (Bali) dan wisatawan Nusantara, yang berasal beberapa daerah-daerah lain di luar Bali. Pihak pengelola menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. Bahkan petugas di jalan menuju Pantai Melasti membagikan masker kepada pengunjung yang kedapatan tidak bermasker.

Di lokasi juga disediakan sarana cuci tangan. Petugas yang berjaga-jaga, kerap mengingatkan pengunjung untuk selalu menjaga jarak terkait upaya menekan penularan Covid-19 yang belum juga berakhir.

Penataan Pantai Melasti Ungasan kental dengan konsep wiracarita Ramayana. Misalnya dibangun Taman Angsoka sebagai sportfoto. Ada stage tempat pementasan Cak Ramayana dan sportfoto serta fasilitas lainnya.

Pihak pengelola terus mempromosikan DTW Pantai Melasti tersebut, sebagai lokasi kunjungan wisatawan yang ideal. Juga untuk kegiatan freewedding dan wedding.

Menurut Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa, sebelum ditata, Pantai Melasti minim infrastruktur. Jalannya kecil dan tebing terjal. Saat prosesi upacara melasti saja krama agak kesulitan ke pantai. “Melihat kawasan Pantai Melasti sangat potensial dikembangkan untuk tujuan kunjungan wisatawan, maka muncul ide penataan,” katanya.

Penataan dan pengembangan DTW Pantai Melasti melibatkan krama (warga) Desa Ungasan. Termasuk kalangan yowana (generasi muda)-nya. Seka Cak Ramayana berlakon Titi Situbanda juga penari dan penabuhnya krama Ungasan. “Kami persilakan anak-anak muda dan warga berkreasi. Mereka lah yang banyak berperan, termasuk mempromosikan keberadaan DTW Pantai Melasti,” katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya sudah sangat siap menerima kunjungan wisatawan, kalau saja pemerintah jadi membuka pariwisata Bali pada Juni atau Juli 2021 mendatang.   (LE/Ima)

Lenteraesai.id