judul gambar
HeadlinesKarangasem

CTI Asia Processing Center Gelar Sosialisasi, Banyak Kaum Muda Karangasem Ingin Bekerja di Luar Negeri

Karangasem, LenteraEsai.id – Keinginan anak-anak muda Karangasem untuk bekerja ke luar negeri khususnya di kapal pesiar sangat tinggi. Hal tersebut terlihat pada antusiasme dari anak-anak muda yang ikut serta dalam acara sosialisasi oleh CTI Asia Processing Center yang merupakan penyalur jasa tenaga kerja ke kapal pesiar.

Cukup banyak kaum muda yang ikut dalam acara sosialisasi yang diadakan pada Jumat (23/9/2022) di aula Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem, berkolaborasi dengan kampus Liberty Karangasem dan dihadiri pula oleh beberapa kampus lain seperti Monarch Karangasem.

Tak hanya sosialisasi, dalam acara tersebut juga hadir calon kandidat yang akan berangkat ke kapal pesiar, di mana CTI Asia Processing Centre sendiri langsung menginterview peserta tersebut. Hasilnya, puluhan peserta lulus interview dan segera akan melaksanakan tahap interview lanjutan.

Director CTI Asia Processing Centre, Dr I Nyoman Diana SE MM mengatakan semakin banyak generasi muda yang ingin bekerja di kapal pesiar merupakan kesempatan yang baik untuk meningkatkan perekonomian. “Peningkatan perekonomian dengan bekerja di luar negeri, tidak hanya untuk kita pribadi tapi juga pemerintah. Kami bersama-sama membantu program pemerintah,” katanya.

Maksudnya ialah, ketika mereka membangun sumber daya ekonomi dengan SDM yang sudah mumpuni maka akan berimbas pada banyak bidang sebagai multiflayer efeknya, di mana selain berkesempatan membangun ekonomi juga berimbas pada pengembangan diri sendiri yang lebih baik, lingkungan kemudian pemerintah.

Kegiatan kali ini, dikatakan Nyoman Diana merupakan road trip dari CTI Asia Processing Centre. “Hari ini merupakan road trip kami, sebelumnya kami sudah laksanakan yang pertama di Singaraja, kedua dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Jembrana, kemudian Bangli lalu kali ini dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten Karangasem,” ucapnya.

Sementara ditanya terkait faktor hambatan bagi anak muda di Bali untuk bekerja di luar negeri, Nyoman Diana mengatakan, hambatan SDM di Bali untuk bekerja di luar negeri selain masalah soft skill juga pada penguasaan bahasa. Di mana pihaknya menilai jika bahasa asing tak bisa dipelajari hanya satu kali, namun harus sering diterapkan. “Kita internalnya dari individunya semua mempunyai harapan bekerja dengan cepat, yang perlu diisi semua perlu proses, kemudian kita ingin anak-anak muda mempelajari softskill utamanya bahasa. Ditekankan bahwa bekerja ke luar negeri tidak memerlukan biaya yang banyak namun modal utama adalah soft skill,” ujarnya.

Selain itu, anak-anak muda yang ingin bekerja di luar negeri disarankan harus berani berubah, berani mengambil kesempatan, berani mengambil keputusan dan yang paling penting ialah eksekusi, kata Diana, menjelaskan.  (LE-Ami)

Lenteraesai.id