judul gambar
AdvertorialDenpasarHeadlines

Ny Putri Koster Apresiasi Antusias Masyarakat dan Seniman Bali dalam PKB XLIV

Denpasar, LenteraEsai.id – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster yang juga selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, tampil sebagai narasumber pada dialog Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV di Studio Mini RRI Denpasar yang berada di areal Taman Budaya Art Centre Denpasar, Rabu (29/6).

Mengawali paparannya, Ny Putri Koster menyampaikan bahwa hampir setiap hari ia meluangkan waktu untuk mengunjungi PKB. Selain menyaksikan beragam pagelaran seni, kehadirannya juga bertujuan meninjau stand pameran PKB. Disebutkan olehnya, PKB tahun ini tak hanya dimeriahkan pameran beragam kerajinan tapi juga menambah satu stand yang khusus memamerkan beragam anggrek.

“Tahun ini, ada tambahan pameran anggrek di Ratna Kanda. Ini dimaksudkan untuk mengangkat kembali potensi anggrek lokal Bali,” ujar Ny Putri Koster yang baru-baru ini dilantik sebagai Ketua DPD Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Provinsi Bali.

Bunda Putri bersyukur, PKB secara offline ini dapat kembali digelar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Terlihat dari membludaknya pengunjung ke PKB tahun ini diibaratkannya seperti air yang lama terbendung lalu mengalir deras ketika dibuka. “Masyarakat telah lama menahan kerinduan menikmati langsung karya para seniman. Setiap pementasan tak pernah sepi dari pengunjung,” imbuhnya.

Membludaknya pengunjung di arena PKB berimbas positif pada omzet penjualan pelaku IKM di arena pameran. Pihaknya mencatat, hingga hari ke-18 perhelatan PKB, omzet penjualan telah menyentuh angka Rp 4,8 miliar. “Itu catatan tadi siang, malam ini saya kira bisa menyentuh angka Rp 5 miliar,” ungkap Bunda Putri.

Terkait dengan konsep pameran di PKB, Ny Putri Koster menyebutkan bahwa orientasinya bukan semata menyediakan tempat untuk berjualan. Dekranasda Bali menjadikan pameran PKB sebagai media edukasi untuk penguatan IKM. “Jadi yang berpameran di sini bukan pedagang, tapi betul-betul pelaku IKM yang memproduksi kerajinan lokal. Tempatnya juga diberikan gratis,” tegasnya.

Selain menekankan pada penjualan produk lokal, sambung Ny Putri Koster, Dekranasda Bali juga memberi edukasi tentang penentuan harga. Dengan tagline ‘produk berkualitas dengan harga pantas’, ia ingin memberi jalan tengah yang sama-sama menguntungkan bagi perajin, penjual dan konsumen. “Jangan sampai harga ditekan serendah-rendahnya di perajin, lalu diangkat setinggi-tingginya di tingkat konsumen,” tambahnya.

Mengakhiri paparannya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Bali yang menunjukkan antusiasme luar biasa dalam menikmati karya para seniman. Menurutnya, antusiasme yang ditunjukkan oleh masyarakat menjadi modal bagi pemerintah untuk meneruskan upaya pelestarian dan penguatan seni budaya melalui PKB yang digagas oleh Gubernur Bali periode 1978-1988 Ida Bagus Mantra. “Pemerintah menjaga dan mewadahi, masyarakat ikut menjaga, menikmati dan mencintai seni budaya Bali,” katanya. (LE-DP1)

Lenteraesai.id