judul gambar
BangliHeadlines

Taman Wisata Gunung Batur Terbakar, Kobaran Api Cukup Sulit Dijinakkan

Kintamani, LenteraEsai.id – Taman Wisata Alam Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali yang banyak dikitari semak mengering akibat kemarau panjang, diamuk si jago merah yang tampak mulai berkobar sejak Jumat (22/10) siang.

Api yang dilaporkan mulai berkobar pada pukul 14.00 Wita, dengan cepat membara di kawasan semak dan lahan kering di belahan areal Taman Wisata Alam Gunung Batur Bukit Payang (TWAGBBP), yang masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani.

Berdasarkan laporan visual yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terungkap bahwa kebakaran lahan dan semak kering tersebut terpantau jelas dari Posko Kedisan yang berada di Kintamani, Kabupaten Bangli.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli telah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli, untuk bersama-sama menuju ke titik lokasi guna melakukan upaya pemadaman.

Namun demikian, kobaran api yang terus membesar setelah menjilat benda-benda yang mudah terbakar, nampaknya cukup sulit untuk dilakukan upaya pemadaman. Terlebih, hembusan angin cukup kencang juga menambah semakin liarnya amuk si jago merah.

Tidak hanya itu, akses jalan menuju ke lokasi bencana yang berada di daerah ketinggian dan berkemiringan, juga menjadi kendala tersendiri dalam proses penanganan oleh tim gabungan yang kini dikerahkan.

Lokasi kebakaran yang berada di bagian lereng di sekitar ‘pinggang’ gunung setinggi 1.717 meter di atas permukaan laut itu, cukup sulit untuk dapat dijangkau kendaraan pemadam karena akses jalan dan medan yang berat.

Hingga siaran pers ini diturunkan setelah matahari terbenam, luas wilayah yang terbakar masih dalam proses pendataan, sementara lidah api tampak semakin merambat dan meluas. Begitu pula penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan petugas.

Petugas gabungan yang diterjunkan kini masih harus bukutat memadamkan amukan api dengan alat seadanya, sementara kobaran tampak terus membesar dengan memancarkan asap putih kecoklatan, setelah tertiup angin yang cukup kencang.

Sejauh ini belum ada laporan tentang adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah tersebut, sementara sejumlah petugas hingga Jumat (22/10) petang masih tampak terus menyusul bergerak ke lokasi bencana dengan menempuh medan yang sulit berkemiringan cukup tajam.  (LE-BL)

Lenteraesai.id