judul gambar
DenpasarHeadlines

Ketua DPW IMO-Indonesia Provinsi Bali: Jadikan HUT RI Refleksi Diri Sebagai Insan Pers

Denpasar, LenteraEsai.id – Peringatan hari ulang tahun ke-76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada hari ini, Selasa, 17 Agustus 2021, digelar di Istana Negara dan di berbagai daerah lain di Indonesia.

Sehubungan masih dalam kondisi pandemi Covid-19, peringatan  dilaksanakan dengan jumlah peserta yang terbatas, namun dapat diikuti secara daring/virtual lewat siaran secara online oleh media-media digital dan stasiun televisi secara nasional.

Meski upacara kenegaraan harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, namun tampaknya tidak mengurangi makna dari perayaan HUT kemerdekaan kali ini yang adalah momen penting untuk dihayati segenap komponen dan anak bangsa.

Terkait hal tersebut, Ketua DPW IMO-Indonesia Provinsi Bali Tri Vivi Suryanitta mengatakan, telah dua kali kesempatan bangsa Indonesia tidak bisa merayakan peringatan hari kemerdekaan seperti yang tahun-tahun sebelumnya dilakukan.

Sejak pandemi Covid-19 melanda negeri pada Maret 2020, peringatan Hari Kemerdekaan RI terpaksa harus digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti yang digariskan pemerintah.

“Meskipun demikian, kita bersyukur masih tetap dalam lindungan Tuhan, sehingga masih bisa merayakan HUT kemerdekaan negara kita di usianya yang ke-76 tahun sejak pertama kali diproklamirkan Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945,” ujar Vivi via WhatsApp Group di Denpasar pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Ia melanjutkan, peringatan HUT RI menjadi momen penting bagi bangsa dalam mengenang jasa-jasa para pahlawan yang rela mengorbankan jiwa dan raga untuk mengusir penjajah dari muka bumi Nusantara. “Sekaligus ini sebagai momen merefleksikan diri kita masing-masing sebagai anak bangsa untuk menjaga agar negara kita tetap eksis sepanjang masa, meskipun tantangan akan menjadi semakin berat dan kian sulit di masa-masa mendatang,” katanya.

Di tengah wabah pandemi Covid-19 ini, momen HUT RI kiranya menjadi landasan bagi anak bangsa untuk bersatu padu berjuang membebaskan negeri dari wabah Covid-19, layaknya para pahlawan dahulu yang gagah perkasa berjuang mengusir penjajah walaupun nyawa taruhannya.

Karena itu, peringatan Kemerdekaan 17 Agustus 2021 hari ini selayaknya menjadi momen untuk merenung dan mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan guna membebaskan bangsa dan negara dari tangan penjajahan.

“Sekaligus ini juga menjadi momen bagi kita yang hidup di masa kini untuk menjaga, merawat dan mengisi kemerdekaan ini dengan berbuat sesuatu sekecil apapun bagi bangsa dan negara yang kita cintai,” ujar wanita jebolan Fakultas Sastra Universitas Udayana (Unud) itu, menandaskan.

Sejalan dengan itu, IMO-Indonesia yang mewadahi pada insan pers untuk berkiprah, hendaknya dalam mengisi kemerdekaan ini mampu merefleksikan diri dan kembali ke jati diri sebagai insan pers yang merdeka. “Dalam hal ini adalah kemerdekaan berpendapat dan berekspresi dan menjunjung tinggi hak azasi manusia yang sepenuhnya dijamin dan dilindungi Pancasila dan UUD-45. Juga tertuang dalam Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia PBB (Persatuan Bangsa-bangsa= United Nation, red),” katanya.

“Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasi dan komunikasi seluas-luasnya guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dan dalam mewujudkan kemerdekaan pers tersebut, insan pers Indonesia harus menyadari kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman ( suku, ras dan agama, red) masyarakat dan norma-norma agama tentunya,” ujar penulis buku dan artikel yang kerap menjuarai lomba menulis baik untuk tingkat nasional maupun daerah.

Menurut Tri Vivi Suryanitta, dalam melaksanakan fungsi, hak dan peranannya, insan pers hendaknya menghargai hak azasi setiap orang. Sehingga ia dituntut bersikap dan bekerja serta berprilaku profesional dan selalu terbuka dalam melaksanakan kontrol sosial. Khususnya di masa pandemi ini, peranan insan pers dan sebagai warga negara, hendaknya meneladani spirit para pahlawan yang telah berjuang hingga tetesan darah terakhir untuk membebaskan bangsa dan negara dari penjajah.

Namun di sisi lain, juga hafrus tetap menjamin kemerdekaan pers dalam memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi yang benar dan akurat. Karena itu, insan pers dituntut untuk memiliki landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan masyarakat, serta tetap mampu menegakkan integritas diri, ucapnya, mengingatkan.  (LE-DP)

Lenteraesai.id