HeadlinesJembrana

Dukung Jembrana Sentra Kakao, BPD Bali Siap Support Permodalan

Jembrana, LenteraEsai.id – Komitmen Bupati Jembrana I Nengah Tamba menjadikan daerahnya sebagai sentra kakao, baru-baru ini di Desa Candikusuma telah dilakukan lounching  ‘Dokter Kakao’ atau Tim Pendampingan Budidaya Komoditas Kakao.

Lounching ‘Dokter Kakao’ yang dimaksudkan untuk pengembangan dan peningkatan budidaya kakao itu, kini mendapat support dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Jembrana.

Kepala BPD Bali Cabang Jembrana IB Made Surawan menjelaskan, pengembangan budidaya kakao perlu dilakukan dengan mensinergikan program pemerintah daerah dengan program BPD.

Ia menyebutkan, sehubungan dengan telah diluncurkannya ‘Dokter Kakao’ yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, diharapkan ‘daerah’mekepung’ ini dapat menjadi sentra kakao di Bali, karena dari segi kualitas sudah diakui di berbagai negara hingga mampu merambah ke pasar eksport.

“Kami dari BPD Bali memfasilitasi dalam arti ikut mensponsori. Ke depanya dengan program tersebut kami perdayakan dan memaksimalkan petani-petani kakao yang ada di Jembrana untuk bisa lebih berkembang dan meningkatkan produktivitas dengan mensuport dari sisi permodalan. Tidak hanya kepada kelompok, orang per orang pun tidak masalah,” ucap IB Surawan kertika ditemui di kantornya, Selasa (4/5).

Sekarang ini pemerintah pusat mempercayakan kepada bank, yang salah satu di antaranya Bank BPD Bali sebagai penyalur program kredit usaha, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia mengharapkan serapan dana KUR di sektor perkebunan di masa mendapat lebih meningkat, sedangkan sekarang ini tergolong masih cukup kecil, di bawah 1%.

“Kami sudah mengalokasikan kurang lebih Rp 1 miliar untuk di Desa Yehembang dan Ekasari, termasuk Koperasi Eka Samaya yang merupakan satu-satunya koperasi yang bergerak di bidang kakao,” ujarnya.

Intinya, BPD Bali senantiasa akan mendukung dan mendanai upaya pengembangan kakao, karena itu menjadi prioritas dan merupakan kebanggaan BPD, khususnya di Cabang Jembrana, ucap IB Surawan.

“Satu-satunya budidaya kakao di Jembrana dan sudah diakui, kenapa tidak dimaksimalkan ?. Itu nantinya akan berproduksi lebih baik apabila disuport permodalanya,” katanya.

Dengan difasilitasi langsung oleh Dinas Pertanian dan Pangan sekaligus juga pemasaranya, pemerintah dan BPD serta petani harus bersinergi untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.

“Kami berharap kakao Jembrana bisa lebih unggul karena didukung lahan luas. Akan tetapi kemampuan produksinya kini belum sesuai permintaan pasar. Nanti harus dapat dipenuhi, apalagi permentasi kakao juga bisa dieksport, sungguh luar biasa,” ucapnya

Terkait KUR, IB Surawan menjelaskan bisa diserap disemua sektor seperti pertanian, perkebunan, rumah makan dan juga perikanan. Cuma di sektor perikanan masih mencari data, di mana kira-kira potensinya bisa dialokasikan dana, tetapi serapanya masih kecil. Serapan yang besar ada di sektor perdagangan dan peternakan

Ditanyakan masalah UMKM di masa pandemi, menurutnya di Jembrana masih cukup kuat dibandingkan kabupaten lain yang bergelut di pariwisata. Ikut terdampak tetapi tidak terlalu berat, terbukti dari pembiayaan bank masih bagus. Hasil survei, pertanian dan perkebunan yang harus bangkit di masa pandemi.

“BPD Bali mendukung di semua sektor ekonomi karena visi BPD menjadi bank yang tangguh untuk berkontribusi dalam peningkatan perekonomian di daerah, ” kata IB Made Surawan, menandaskan. (LE-Yut)

Lenteraesai.id