HeadlinesKarangasem

Bocah Malang, Harus Piara Itik Sembari Rawat Adik yang Patah Tulang

Karangasem, LenteraEsai.id – Nasib kurang beruntung dialami Sang Putu Sutresna, bocah berusia 10 tahun asal Banjar Dinas Tanah Aji, Desa Abang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur.

Betapa tidak, di mana bocah seusianya yang kebanyakan masih senang bermain dan belajar di sekolah, Sang Putu Sutresna malah harus ikut banting tulang untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Keseharian Sang Putu Sutresna harus memelihara itik dan mentok atau dolong untuk dapat menyambung hidup. Jika binatang piaraannya sudah cukup umur, ia jual guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, seperti beli beras dan lauk pauk seadanya.

Sementara ayahnya Sang Nyoman Oka yang hanya bekerja sebagai buruh tani serabutan, penghasilannya tidak menentu apalagi di tengah pandemi Covid-19. Dengan kata lain, kadang ada yang menyuruh kerja, kadang tidak. Sedangkan ibu kandungnya Sang Ayu Nyoman Rediani, sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Selain memelihara itik, Sang Putu Sutresna juga harus menjaga dan merawat adiknya yang saat ini sedang mengalami patah tulang di pergelangan tangan. Jadi, waktunya tentu harus dibagi antara memelihara itik dan merawat adik.

Sehubungan minimnya penghasilan ayah, serta dari hasil menjual itik yang tidak bisa dilakukan saban hari, tidak jarang ransum makan Sang Putu Sutresna dan adik-adiknya, termasuk ayah, hanya bertemankan sebercak garam.

“Jarang, saya dan adik-adik jarang makan nasi dengan lauk yang lain,” kata Sutresna sambil bergiat memberikan pakan itik berupa dedak yang dicampur dedaunan yang diambilnya dari areal perkebunan milik tetangga.

Terkait dengan kisah hidup dari Sang Nyoman Sutresna tersebut, belakangan sempat memantik kepedulian dermawan, yakni dari Yayasan Kita Peduli yang beralamat di Banjar Dinas Seloni, Desa Culik, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

Pihak yayasan telah beberapa kali terketuk hatinya untuk memberikan bantuan sembako guna meringankan beban hidup Sang Nyoman Oka, bersama ketiga anaknya.

“Saya baru kenal dengan keluarga ini, dan baru beberapa kali memberikan bantuan. Yang rutin memberikan bantuan sebelumnya ke rumah atau keluarga ini adalah Bapak Sang Putu, seorang kepala sekolah di salah satu sekolah dasar di Desa Abang,” kata Ketua Yayasan Kita Peduli Ketut Suardana, saat dikonfirmasi, Senin (12/4).

Suardana menambahkan, bantuan yang diberikan oleh yayasannya adalah berupa biaya sekolah, kebutuhan pangan atau sembako dan lain-lain. Selain itu juga keperluan pengobatan anak yang kedua, yang saat ini sedang mengalami patah tulang.

“Saat ini mereka semua sudah mempunyai BPJS dan KIS, tapi saya belum sempat tanya apakah mereka sudah pernah dapat bantuan dari pemerintah atau belum,” kata Suardana, mengungkapkan.

Saat ini, Sang Putu Sutresna duduk di kelas IV SD, dan keinginannya untuk terus bersekolah sangat tinggi. Kesehatannya juga sangat baik, anaknya sangat tangguh dan sangat peduli dengan adik-adiknya. Yang kini bermasalah adalah adiknya yang nomor dua, yang mengalami patah di pegelangan tangan.

“Dia sudah di-pen, tetapi jarang diajak periksa ke dokter, dengan alasan  ekonomi atau ongkos saat harus pergi ke rumah sakit. Padahal untuk pengobatannya, bisa menggunakan BPJS-KIS. Tapi ya..itu, persoalan di ongkos transportasi,” kata Suardana yang tampak tak bisa menyembunyikan perasaan ibanya.  (LE-Jun) 

Lenteraesai.id