BadungHeadlines

WN Afrika Gantung Diri di Kuta, Sebelumnya Sempat Curhat ke Mantan Pacar

Badung, LenteraEsai.id – Masa pandemi Covid-19 telah membuat sejumlah warga negara asing yang berada di Bali terhimpit dengan berbagai masalah. Mulai dari yang tiba-tiba menjadi pemulung, mengemis hingga bertindak kriminal karena terjerat masalah kebutuhan hidup.

Terbaru, seorang warga negara asing asal Afrika Selatan (Afsel) nekad mengakhiri hidup dengan mengantung diri di tepatnya menginap di Isin Uma Guest House, Jalan Tanah Barak No.41D Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali pada Rabu (7/4) dini hari pukul 05.20 Wita.

Kapolsek Kuta Utara Kompol Marzel Doni SIK MH ketika dihubungi membenarkan bahwa pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa tewasnya seorang berkewarganegaraan Afsel di tempatnya menginap belakangan ini.

Pria yang diketahui bernama Hutton Gavil Walter (31) tersebut, selama di Bali diketahui melakukan kegiatan mengajar bahasa Inggris secara online dan komputer, di samping kerap aktif surfing di beberapa pantai.

“Diduga akibat depresi setelah terbentur berbagai masalah sebagai akibat dari pandemi Covid-19, ia kemudian nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ucapnya.

Dugaan tersebut, kata Kapolsek, dikaitkan dengan adanya informasi bahwa korban pernah mengeluh kepada mantan pacarnya, Bodene Cruickshank (31). Kepada wanita yang juga berasal dari Afrika Selatan itu, korban sempat mengeluhkan sesuatu kesulitan, namun tidak mau menceriterakan tentang masalah yang sebenarnya tengah dialami.

Kapolsek Doni menduga, karena masalah pribadi yang dideritanya, korban kemudian nekad gantung diri menggunakan selendang kain batik warna abu-abu di tiang kayu kopi, yang merupakan aksesoris kelambu di kamar tempat tinggalnya.

Kompol Doni menjelaskan, pada Rabu dini hari sekitar pukul 05.20 Wita, Bodene Cruickshank (mantan pacar) yang tinggal bersebelahan kamar dengan korban, hendak berangkat melakukan sesi pemotretan di daerah pantai.

Sebelum berangkat, Bodene Cruickshank ingin pamit kepada korban. Namun begitu pintu kamarnya diketok, tidak ada yang menjawab, kemudian ia berinisiatif membuka pintu, spontan dikejutkan melihat tubuh korban sudah dalam keadaan tergantung di tiang kayu kopi, dengan bagian leher yang terjerat selendang kain.

Wanita itupun berteriak keras-keras memanggil I Made Armawan (44), pemilik guest house yang tinggal tidak jauh dari TKP. Mereka berdua kemudian berusaha membuka ikatan simpul selendang dan menurunkan korban, namun korban diketahui sudah terbujur lemas.

“Atas laporan yang kami terima, petugas langsung melakukan penyedikikan dan olah TKP di tempat ditemukannya korban tergantung dan meninggal dunia,” ujar Kapoksek Kuta Utara.

“Berdasarkan keterangan pemilik guest house, selama korban tinggal di TKP tidak pernah punya masalah, bahkan pembayaran kamar yang dikontrak pun selalu lancar,” katanya.

Sekitar pukul 09.24 Wita, sebuah ambulance milik BPBD Kabupaten Badung tiba di TKP dan langsung membawa korban ke RSUP Sanglah Denpasar guna penanganan lebih lanjut, ucap Kapolsek Doni, menjelaskan.  (LE-BD)

Lenteraesai.id