HeadlinesNasionalNews

Polisi Bongkar Isi Surat Wasiat Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar

Makassar, LenteraEsai.id – Satu persatu rangkaian kehidupan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan berhasil diungkap oleh pihak berwajib melalui kerja keras dan kinerja maksimal.

Polisi yang melakukan penyelidikan menyusul menemukan dan mengamankan surat wasiat yang ditulis Muhamad Lukman, pelaku bom yang tewas bersama bom yang dibawanya di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) sekitar pukul 10.28 Wita

Surat wasiat itu ditemukan saat penggerebekan di rumah kontrakan M Lukman di Jalan Tinumbu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar.

Dalam surat wasiat yang beredar, Lukman secara khusus meminta maaf kepada ibu kandungnya. Dia mengatakan telah memilih menjadi bomber dan siap mati syahid. Selain itu, Lukman juga berpesan kepada sang ibu untuk menghindari riba.

Selanjutnya Lukman mengaku menitipkan sejumlah uang buat sang ibu. Lukman juga berpesan kepada sejumlah saudara kandungnya agar memaafkan kesalahan Lukman. Dia juga meminta ke saudara kandungnya untuk menjaga sang ibu.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengecam aksi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Ia menyatakan bahwa terorisme adalah kejahatan kemanusiaan dan tidak terkait agama apapun. “Terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan dan tidak ada kaitannya dengan agama apapun,” ujar Presiden Jokowi, menandaskan.

Seperti telah diberitakan, Luman bersama istrinya YSF tewas bersama bom yang dibawanya meledak di pintu masuk Gereja Katedral Makassar pada 28 Maret lalu. Selain merenggut dua nyawa suami istri, serpihan bom juga melukai 19 korban yang terdiri atas petugas keamanan dan jemaat yang tengah beribadah di gereja tersebut.

Terkait itu, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak panik pascaterjadinya aksi yang diduga bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Sigit menegaskan, pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami pelaku dari aksi teror tersebut. Korps Bhayangkara menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) usai aksi tersebut.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah TKP. Untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Sigit saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (28/3/2021) siang.

Sigit menyebutkan, pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para anggota dari jaringan-jaringan tersebut. (LE-MK)

Lenteraesai.id